KTM Lakukan PHK Besar-besaran, Bajaj Siapkan Strategi Ini

Ferdian - Senin, 19 Januari 2026 | 20:45 WIB

Pabrik KTM di Mattighofen. (Ferdian - )

GridOto.com - KTM mengonfirmasi rencana PHK terhadap sekitar 500 karyawan sebagai bagian dari program besar pengurangan biaya.

Langkah ini menjadi bagian terbaru dari strategi pemulihan perusahaan pasca insolvensi.

Sebagian besar PHK diperkirakan akan menyasar karyawan bergaji tetap dan jajaran manajemen menengah, bertepatan dengan perubahan nama induk perusahaan dari Pierer Mobility AG ke Bajaj Mobility AG.

Pergantian nama ini sekaligus menghapus nama mantan pemilik mayoritas, Stefan Pierer, menandai dimulainya era baru KTM di bawah kendali raksasa otomotif India, Bajaj Auto.

Per 31 Desember 2025, KTM AG tercatat mempekerjakan 3.794 karyawan, turun signifikan dari 5.310 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PHK terbaru ini merupakan bagian dari program rightsizing global yang bertujuan meningkatkan daya saing jangka panjang, dengan menekan biaya tetap, menyederhanakan struktur organisasi, memfokuskan portofolio produk, serta mengoptimalkan jaringan produksi dan manajemen internasional.

Seiring restrukturisasi, muncul indikasi bahwa KTM berpotensi memindahkan lebih banyak produksi ke luar Austria, sekaligus mengurangi investasi di program balap dan memangkas model-model yang dinilai kurang menguntungkan.

Pengumuman ini melanjutkan serangkaian langkah strategis KTM sepanjang setahun terakhir, termasuk penjualan MV Agusta, pelepasan divisi mobil sport X-Bow, serta penghentian kerja sama distribusi KTM di Eropa dengan CFMoto.

Baca Juga: Merek KTM Kini Jadi Milik Bajaj, Husqvarna dan Gasgas Ikut Diboyong

Dari sisi kinerja keuangan, Bajaj Mobility AG memproyeksikan pendapatan 2025 sedikit di atas 1 miliar euro, turun sekitar 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penjualan motor tercatat 209.704 unit, merosot 28 persen, meski perusahaan mengklaim terjadi pemulihan kuat pada paruh kedua 2025, dengan penjualan Juli–Desember naik 60 persen dibandingkan enam bulan pertama.

Mengutip motorcyclenews, restrukturisasi juga berdampak pada pengelolaan stok, di mana persediaan motor berhasil dipangkas lebih dari 100.000 unit dalam setahun.

Sementara itu, penjualan sepeda listrik dan sepeda konvensional turun 40 persen seiring dengan keputusan perusahaan menutup total lini bisnis tersebut.

Meski skala pemangkasan cukup besar, KTM menegaskan bahwa restrukturisasi ini menjadi fondasi pemulihan ekonomi pada 2026, dengan laporan keuangan penuh dijadwalkan rilis pada 29 Januari mendatang.

Kondisi ini dinilai tidak mengejutkan mengingat KTM masih berjuang melewati fase pasca-administrasi.

Harapannya, merek “Ready to Race” tersebut dapat kembali bangkit dan tetap mempertahankan kehadirannya di Austria, mengingat perannya yang penting bagi industri sepeda motor Eropa.