Namun, mereka menilai proses restrukturisasi yang dijalankan membuat kondisi finansial grup kini jauh lebih sehat.
Total penjualan sepanjang 2025 mencapai 209.704 unit, turun 28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Restrukturisasi besar-besaran yang telah disetujui pengadilan untuk KTM dan anak-anak usahanya juga menghapus sebagian besar beban utang lama.
Langkah ini membuat perusahaan bisa kembali mencatatkan keuntungan setelah sebelumnya mengalami kerugian besar selama beberapa tahun terakhir.
Melansir motorcyclenews, dampak paling terasa dari restrukturisasi ini terlihat pada pengurangan jumlah karyawan.
Baca Juga: Merek KTM Kini Jadi Milik Bajaj, Husqvarna dan Gasgas Ikut Diboyong
Sepanjang 2025, jumlah pegawai menyusut hampir sepertiga, dari 5.310 orang menjadi 3.782 orang.
Gelombang terbaru PHK yang diumumkan awal Januari lalu kembali memangkas sekitar 500 karyawan.
Pemangkasan ini merupakan bagian dari program “rightsizing”, yang bertujuan menekan biaya tetap, menyederhanakan struktur manajemen, serta mempersempit fokus produk dan proyek.
Dalam proses ini, KTM juga telah melepas MV Agusta, menghentikan bisnis mobil sport X-Bow, mengakhiri kerja sama distribusi CFMoto di Eropa, serta mulai menutup lini bisnis sepeda dan sepeda listrik yang selama ini merugi.