Test Ride On Road Yamaha WR 155R, Trail Yang Asyik Banget Buat Garuk Aspal

Harry - Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:00 WIB

Yamaha WR 155R (Harry - )

(Baca Juga: Pilih Kawasaki KLX 150, Honda CRF150L atau Yamaha WR 155 R? Ini Daftar Harga Motor Garuk Tanah 150 Cc Per 2 Juli 2020)

Riding Position & Handling
Ciri khas motor trail tentu punya postur jangkung. Tinggi jok WR 155R ini sampai 880 mm, untuk rider tinggi 172 cm kaki sedikit jinjit.

Lalu setangnya tinggi dan lebar, dipadu footstep yang agak maju, membuat posisi berkendara santai dan sigap.

Cuma busa jok terasa lebih keras dari motor Yamaha biasanya sih sob, buat riding jauh membuat bokong terasa cepat panas dan kurang nyaman.

Rianto/Gridoto.com
Yamaha WR 155R


Dengan bobot 134 kg dan pakai rangka semi double cradle, ternyata karakter handling motor ini terasa lincah dan nurut.

Buat bermanuver ditikungan sempit dan tikungan panjang motor terasa menyenangkan. Tinggal ganti ban aspal pasti enak banget nih.

Kemudian karakter suspensi teleskopik di depan dan monosok di belakang terasa padat tapi empuk.

(Baca Juga: Yamaha WR 155R Siap Ajak Masyarakat Lampung Trabasan, Dibanderol Rp 39 Jutaan!)

Dipakai di jalan aspal stabil untuk bermanuver, lewat jalan jelek redamannya terasa mantap.

Suspensi depan punay ukuran tabung besar, sampai 41 mm dan jarak main panjang mencapai 899,1 mm. Makanya jarang bottoming.

Lalu monosok belakang berisi nitrogen dan dilengkapi dengan link, mampu meredam guncangan. Monosok ini juga dilengkapi setelan preload loh.

Rianto/Gridoto.com
Monosok Yamaha WR 155R


Ban IRC Trail yang jadi bawaan WR 155R untuk jalan aspal memang kurang pas, meski grip yang dihasilkan cukup baik.

Cuma saat dipakai dikecepatan lebih dari 60 km/jam, akan terdengar road noise. Memang asyiknya dipasang pelek 17 inci dan ban aspal nih motor hehehe...

(Baca Juga: Biaya Servis Yamaha WR 155R di Tahun Pertama, Cuma Rp 300 Ribuan!)

Performa
Dengan mesin serupa motor sport 155 cc Yamaha lainnya, membuat performa mesin WR 155R ini terasa menyenangkan untuk jalanan aspal.

Dengan spesifikasi 155 cc, SOHC 4 katup pendingin cairan dan VVA, serta injeksi bahan bakar dan transmisi 6 speed, nafas mesin terus ngisi.

Klaim tenaganya 16,4 dk / 10.000 rpm dan torsi 14,3 Nm / 6.500 rpm paling besar dibandingkan kompetitornya, Honda CRF150L dan Kawasaki KLX 150.

Karakter tenaganya kuat sejak putaran mesin rendah, pas untuk melibas jalanan dalam kondisi padat.

Rianto/Gridoto.com
Mesin Yamaha WR 155R


Sementara putaran mesin atasnya punya nafas yang cukup panjang berkat transmisi 6 speed, dan bisa dipacu sampai 115 km/jam.

Malah saat dilakukan pengetesan khusus, topspeed WR 155R bisa lebih tajam lagi dengan raihan 117 km/jam.

Meski begitu, di putaran tengah ada momen kosong sesaat sebelum tarikan motor kembali kuat setelah 7.500 rpm. Limiter mesin sendiri dipatok 11.000 rpm.

(Baca Juga: Pasang Knalpot Double Muffler di Yamaha WR 155R Modal Rp 2 Jutaan)

Selain punya performa yang cenderung stabil di tiap putaran mesin dan melaju sampai 115 km/jam dengan mudah, konsumsi bahan bakarnya pun terbilang irit.

Untuk penggunaan harian di jalanan kota, dengan bahan bakar oktan 92, tercatat konsumsinya mencapai 48,3 liter. Irit banget loh ini.

Rianto/Gridoto.com
Topspeed Yamaha WR 155R


Kopling juga empuk meski tanpa assist & slipper clutch, karena motor trail seperti ini butuh engine brake yang kuat saat deselerasi.

Oiya, kami juga sempat membawa WR 155R menuju Sportisi Motorsport untuk diukur tenaga on wheel di atas mesin dyno Dynojet 250i.

Setelah beberapa kali run, hasilnya didapat tenaga maksimal 13,2 dk / 9.840 rpm dan torsi 12,02 Nm / 5.800 rpm.

Hasil tes akselerasi selengkapnya bisa kalian lihat di bawah ini ya sob.

0-60 km/jam 4,4 detik
0-80 km/jam 7,7 detik
0-100 km/jam 15,4 detik
0-100 meter 7,2 detik (@78,2 km.jam)
0-201 meter 11,5 detik (@91,8 km/jam)
0-402 meter 18,8 detik (@103,2 km/jam)
Topspeed spidometer 117 km/jam
Topspeed Racelogic 109,9 km/jam
Konsumsi BBM 48,3 km/liter

(Baca Juga: Pakai Setang Fatbar Aftermarket di Yamaha WR 155R, Jadi Tegak Pas Riding)

Kesimpulan
Walau Yamaha WR 155R adalah motor trail alias off road, ternyata mengasyikkan juga untuk dipakai harian yang lebih banyak dipakai di jalan aspal.

Karakter suspensi yang stabil tapi empuk, lalu performa mesin yang enteng proper untuk dipakai harian. Makanya banyak pengguna WR 155R yang modifikasi jadi supermoto.

Cuma memang harga jualnya paling mahal dibandingkan pemain sekelas, wajar karena teknologi mesin lebih canggih dan fiturnya lebih lengkap.

Silahkan ditunggu test ride kami mengendarai Yamaha WR 155R di jalanan off road ya.

Rianto/Gridoto.com
Yamaha WR 155R

Spesifikasi Yamaha WR155R
Dimensi
P x L x T : 2145 x 840 x 1200 mm
Sumbu roda : 1.430 mm
Jarak terendah : 245 mm
Tinggi jok : 880 mm
Berat isi : 134 kg
Kapasitas tangki : 8,1 liter

Mesin
Tipe : 4-tak, silinder tunggal, SOHC 4 katup, VVA
Diameter x langkah : 58 x 58,7 mm
Rasio kompresi : 11,6 : 1
Daya maksimum : 16,7 Hp / 10.000 rpm
Torsi maksimum : 14,3 Nm / 6.500 rpm

Kaki-Kaki Depan
Sok depan : Teleskopik 41 mm
Rem depan : Cakram 240 mm, kaliper 2 piston
Ban depan : 2.75 - 21

Kaki-Kaki Belakang
Sok belakang : Monosok
Rem belakang : Cakram 220 mm, kaliper 1 piston
Ban belakang : 4.10 - 18

Harga : Rp 36,9 juta (on the road Jakarta)