Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Laporan Utama: Ketahanan Energi, Kedaulatan Negeri

Naufal Nur Aziz Effendi - Sabtu, 4 Juli 2026 | 18:00 WIB
Tangki truk pengangkut BBM dikerahkan untuk mensuplai kebutuhan energi masyarakat
Pertamina
Tangki truk pengangkut BBM dikerahkan untuk mensuplai kebutuhan energi masyarakat

GridOto.com - Pernahkah membayangkan apa yang terjadi jika dalam satu hari saja, aliran energi di negeri ini terhenti?

Dari hiruk-pikuk mobil dan motor sebagai tranportasi masyarakat, hingga truk logistik mengantar keperluan bahan makanan ke pelosok desa pasti akan terganggu.

Hampir seluruh aspek kehidupan kita masih bergantung pada satu fondasi utama, Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Energi bukan sekadar komoditas dagang, melainkan jembatan yang menghubungkan konektivitas nasional.

Tanpa ketahanan migas yang kokoh, roda ekonomi kita akan melambat, dan kemandirian bangsa akan dipertaruhkan.

Menjaga ketahanan migas berarti menjaga kedaulatan. Setiap barel minyak yang diproduksi dialirkan melalui pipa-pipa domestik adalah simbol kemandirian.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global yang sering kali membuat harga energi dunia bergejolak, memiliki ketahanan energi di rumah sendiri adalah benteng pertahanan ekonomi yang paling utama.

Melalui tulisan ini, akan dibedah mengapa setiap kebijakan, investasi, dan inovasi di sektor migas sangatlah krusial.

Sebab, menjaga kelangsungan energi hari ini adalah cara kita memastikan bahwa Indonesia tetap bergerak, tetap tumbuh, dan tetap hidup untuk generasi mendatang. (Hend)

Baca Juga: Strategi Nasional Jaga Ketahanan Energi dan Hemat BBM, Masyarakat Tenang

BBM VS ENERGI BARU TERBARUKAN

Industri minyak dan gas bumi (migas) diproyeksikan akan tetap menjadi pilar utama ketahanan energi Indonesia setidaknya hingga tahun 2050.

Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute mengatakan, meskipun dunia sedang bergerak menuju energi baru terbarukan (EBT), Migas masih menjadi nadi yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja dalam proses transisi energi di Indonesia.

Ia menyebutkan volume konsumsi yang terus meningkat, meskipun persentase kontribusi migas dalam bauran energi nasional diproyeksikan turun menjadi sekitar 34-44% pada 2050 (sesuai RUEN), secara volume kebutuhan justru melonjak tajam.

Kebutuhan BBM saat ini sekitar 1,6 juta barrel per hari. Sementara produksi minyak mentah domestik hanya mampu menyuplai sekitar 610 ribu barel per hari.

“Ketergantungan impor sangat tinggi, hingga 60% untuk BBM atau 1 juta liter barrel per hari,” jelas Komaidi.

Komaidi mengatakan meski kondisi geopolitik saat ini terganggu akibat perang Iran VS Israel dan Amerika, namun pasokan impor BBM sejauh ini masih dalam kondisi aman.

“Ketersediaan impor yang melalui jalur Selat Hormutz hanya 20% dari total impor, jadi kalau melihat kondisi saat ini masih tetap aman. Pemerintah pasti telah melakukan langkah mitigasinya,” bilang Komaidi.

Terkait dengan tren shifting kendaraan menuju EV, ia melihat perpindahan ini sifatnya komplementer bukan subsitusi.

Baca Juga: Diawasi Ketat ESDM dan Lemigas, Pertamina Jamin Kualitas BBM Sesuai Standar

“Jadi kebutuhan akan migas masih tetap dominan meski tren penggunaan listrik naik,” jelasnya.

Dr. Riyanto, Peneliti dari LPEM FEB UI menambahkan, industri migas bukan sekadar penyedia bahan bakar, tetapi penggerak ekonomi yang massif.

Setiap investasi di sektor ini akan menggerakkan sektor pendukung lainnya seperti manufaktur, jasa, transportasi secara signifikan.

Sebaliknya, menurutnya apabila sektor migas ini terganggu, maka berdampak pada sektor ekonomi lainnya.

Komaidi mengungkapkan ketahanan energi Indonesia bukan tentang memilih antara migas atau EBT, melainkan bagaimana mengoptimalkan migas terutama gas sebagai fondasi yang stabil sambil perlahan membangun infrastruktur energi terbarukan.

PERKUAT KEMAMPUAN LOKAL

Di tengah gejolak geopolitik, Indonesia diakui sebagai negara yang mampu mengelola ketahanan energi nasional.

Pengakuan ini diberikan Lembaga Keuangan JP Morgan yang menempatkan Indonesia di posisi kedua dari 52 negara sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui kondisi energi nasional saat ini jauh dari ideal.

Baca Juga: Pertamina dan AS Pererat Kerja Sama Energi, Salah Satunya Bahas Impor Minyak Mentah

Menurutnya, Indonesia pernah menjadi eksportir minyak dan anggota The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) kini berbalik menjadi importir.

Produksi minyak dalam negeri hanya mencapai 605 ribu barel per hari, sementara konsumsi nasional sudah menyentuh 1,6 juta barel per hari.

"Dalam kondisi ini kita harus putar otak bagaimana caranya harus mencapai kemandirian energi," kata Bahlil.

Namun pada tahun 2025 mencatat satu capaian yang berbeda.

Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, produksi minyak nasional berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam APBN.

Ini adalah hasil dari keputusan-keputusan yang selama ini dihindari.

Salah satunya adalah menghadapi kenyataan bahwa ribuan sumur minyak di Indonesia sudah sangat tua, di mana sebagian warisan era kolonial Belanda dibiarkan tidak produktif meski cadangan di dalamnya masih ada.

Pemerintah mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menggunakan teknologi baru, agar sumur-sumur itu bisa kembali berproduksi dengan kompensasi berupa insentif dari negara serta melibatkan masyarakat setempat untuk turut mengelola sumur minyak secara legal.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadaliasidak SPBU depan Lippo Plaza Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (9/3/25)
Harni Sumatan/TribunnewsSultra.com
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadaliasidak SPBU depan Lippo Plaza Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (9/3/25)

Baca Juga: Bahlil Klaim Cadangan BBM Indonesia Berada di Atas Standar Minimum

Ada ratusan wilayah eksplorasi yang sudah ditemukan potensinya, sudah ada rencana pengembangannya di atas kertas, namun bertahun-tahun tidak dieksekusi.

Untuk yang satu ini, pemerintah memilih pendekatan lebih tegas.

Blok Abadi Masela, misalnya, yang mangkrak hampir tiga dekade, akhirnya bergerak setelah pemerintah memberi tenggat tegas kepada operator pengelola.

Hasilnya, proyek senilai USD21 miliar di Maluku kini telah memasuki tahap lelang konstruksi.

Sementara itu, di Kalimantan Timur, temuan baru di Blok Ganal diproyeksikan mulai berproduksi secara signifikan pada 2029.

BIODIESEL SEBAGAI PENOPANG KETAHANAN ENERGI

Di sektor BBM, capaian yang paling dirasakan masyarakat adalah penghentian impor solar pada 2026, yang menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya hal ini tercapai dalam sejarah.

Keberhasilan ini ditopang kebijakan mandatori biodiesel yang diterapkan secara bertahap selama hampir satu decade.

Saat ini pencampuran solar dan minyak sawit mencapai 40% dan direncanakan meningkat menjadi 50% pada Juli 2026.

Baca Juga: Uji Jalan Biodiesel B50 Diklaim Tunjukkan Hasil Baik, Jadwal Ganti Filter Solar Lebih Panjang

Dengan skema ini, sebagian kebutuhan solar yang sebelumnya dipenuhi dari impor kini dapat digantikan produk berbasis sawit yang diproduksi di dalam negeri.

Pemerintah kini menyiapkan langkah serupa untuk bensin.

Brasil, negara yang telah lebih dulu menerapkan mandatori pencampuran etanol.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai bahwa bahan baku, seperti singkong, jagung, dan tebu, tersedia melimpah di Indonesia.

Pemerintah pun menargetkan kebijakan pencampuran etanol sebesar 20% pada bensin dapat mulai diterapkan pada 2028.

"Kalau kita mandatori 20%, berarti kita kurangi impor bensin 8 juta kiloliter," tegasnya.

Bahlil mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta tidak membeli BBM secara berlebihan.

Ia menegaskan bahwa pasokan BBM nasional dalam kondisi aman, karena produksi dan distribusi terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sesuai standar stok operasional yang telah ditetapkan pemerintah.

Bahlil menjelaskan bahwa kapasitas tampung tangki timbun di dalam negeri memang terbatas.

Baca Juga: Menteri Bahlil Busung Dada, Bawa Laporan Baik Soal Stok BBM ke Presiden Prabowo

"Dengan keterbatasan daya tampung tangki timbun (BBM) kita yang ada, kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Sementara yang tersedia stok yang ada kapasitasnya hingga 23 hari. Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis. Bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya," jelasnya

Ia menjelaskan bahwa angka stok BBM yang setara dengan 23 hari bukan berarti persediaan tersebut akan habis dalam waktu 23 hari.

Angka itu hanya menggambarkan kapasitas stok yang tersimpan di tangki penyimpanan pada suatu waktu.

Untuk memperjelas cara kerja pasokan, Bahlil memberi perumpamaan sederhana, stok BBM ibarat toren air yang akan terisi ulang secara otomatis saat volume berkurang.

"Jika stok BBM 3 hari keluar, maka produksi di kilang kita juga keluar untuk mengisi stok yang ada. Masuk lagi, isi lagi, kayak toren air di rumah kita. Iya, kayak gitu. Toren air di rumah, dipakai mandi, habis itu kan mesinnya langsung mompa lagi. Jadi jangan dipikir 21 hari itu minyak kita habis. Bukan itu maksudnya," jelasnya.

Menurut Bahlil, stok BBM bersifat dinamis karena setiap hari ada BBM yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara pada saat yang sama pasokan baru juga terus masuk, baik dari produksi kilang dalam negeri maupun dari impor.

Bahlil menambahkan bahwa pasokan BBM tidak hanya bergantung pada satu sumber.

Selain dipasok dari produksi kilang dalam negeri, ketersediaan BBM juga diperkuat melalui impor dari berbagai negara, tidak hanya bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Pasokan tersebut juga diambil dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, sehingga situasinya aman dan tidak terkait langsung dengan kondisi di Selat Hormuz.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah akan meningkatkan kapasitas penyimpanan.

Rencana itu mencakup pembangunan infrastruktur penyimpanan baru yang mampu menampung stok BBM setidaknya untuk tiga bulan, sesuai standar nasional.

Artikel ini telah tayang di Tabloid OTOMOTIF Edisi 01-XXXVI 14 Mei 2026

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa