GridOto.com- Banyak pemilik mobil menganggap kendaraan yang jarang dipakai akan memiliki kondisi lebih awet dibanding mobil yang digunakan setiap hari.
Padahal, sejumlah komponen tetap mengalami penurunan kualitas meski mobil lebih sering diam di garasi.
Saat dihubungi GridOto melalui sambungan telepon, Henry Ariansyah, pemilik bengkel Rumsitor di Larangan, Tangerang, mengatakan kerusakan komponen tidak selalu dipengaruhi jarak tempuh.
"Yang sering salah paham itu mobil jarang dipakai dianggap pasti lebih awet, padahal banyak komponen yang rusaknya karena umur, bukan karena kilometer," ujar Henry.
Menurutnya, komponen berbahan karet menjadi salah satu bagian yang paling rentan mengalami penurunan kualitas seiring bertambahnya usia kendaraan.
Baca Juga: Tekanan Angin Ban Ternyata Pengaruh ke Kerja Veloz Hybrid, Kok Bisa?
Material karet dapat mengeras, retak, hingga kehilangan elastisitas meski mobil lebih banyak terparkir.
Selain itu, beberapa komponen logam juga bisa mengalami oksidasi akibat kelembapan yang terus terjadi selama kendaraan tidak digunakan.
Cairan kendaraan seperti oli juga tetap mengalami penurunan kualitas meski mesin jarang dinyalakan.
Karena itu, mobil yang jarang dipakai tetap membutuhkan perawatan rutin agar kondisinya tetap terjaga.
Baca Juga: Hindari Kupas Kabel! Begini Cara Aman Pasang Dashcam di Mobil Listrik Biar Nggak Korslet
Henry menyarankan pemilik kendaraan untuk menyalakan mesin secara berkala agar oli tetap bersirkulasi dan aki mendapat pengisian daya.
"Kalau mobilnya memang jarang dipakai, minimal seminggu beberapa kali mesin dihidupkan dan sesekali diajak jalan supaya semua komponen tetap bekerja," jelasnya.
Selain itu, kendaraan juga sebaiknya dibawa berjalan secara rutin untuk membantu menjaga kondisi ban dan sistem pengereman.
"Jangan tunggu rusak dulu baru dipakai, karena mobil yang terlalu lama diam juga bisa muncul masalah sendiri," tutup Henry.
| Editor | : | Dwi Wahyu R. |
KOMENTAR