Baca Juga: DFSK E5 Plus Buka Keran Pemesanan, Cukup Rp 5 Ribu Sudah Bisa Booking
"Karena itu, kami percaya teknologi PHEV merupakan solusi yang sangat sesuai untuk pasar Indonesia saat ini," lanjutnya.
Menurut Joe, teknologi PHEV menawarkan keseimbangan yang sulit didapat dari teknologi lain saat ini.
Pengguna tetap bisa menikmati biaya operasional rendah saat berkendara harian menggunakan tenaga listrik, namun tetap memiliki fleksibilitas untuk melakukan perjalanan jauh tanpa khawatir kehabisan daya baterai.
"Teknologi ini mampu menyeimbangkan tiga kebutuhan utama, di ataranya biaya penggunaan rendah melalui berkendara listrik di perkotaan, jangkauan perjalanan jauh tanpa kekhawatiran, serta pengalaman berkendara yang lebih modern melalui teknologi pintar," jelasnya.
Ia menambahkan, nilai inilah yang membuat PHEV masih memiliki peran penting di tengah percepatan elektrifikasi global yang saat ini banyak didorong oleh kendaraan listrik murni.
"Inilah nilai unik PHEV saat ini. Ke depan, kami akan terus menghadirkan portofolio produk yang beragam sesuai kebutuhan pasar," tutup Joe.
Pandangan tersebut sekaligus tercermin melalui peluncuran DFSK E5 Plus RHD yang mengandalkan sistem SERES Super Hybrid.
Secara global, SUV elektrifikasi ini dibekali mesin bensin 1.500 cc yang dipadukan dengan baterai berkapasitas 25,3 kWh.
DFSK mengklaim E5 PLUS mampu menempuh jarak hingga 135 km dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTP.
Sementara jarak tempuh kombinasi antara mesin bensin dan motor listrik diklaim mencapai 1.200 km.
Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar yang diproyeksikan menerima DFSK E5 Plus RHD.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR