1. Minyak pirolisis atau picasol,
2. Gas sintetis (syngas), dan
3. Residu karbon berupa arang.
Hanif mengapresiasi hasil riset anak bangsa tersebut karena mampu menghasilkan persentase konversi yang sangat tinggi hingga hampir 95 persen, atau setara 1 liter bahan bakar dari setiap 1 kilogram sampah plastik yang dibakar.
Baca Juga: Pemilik Kijang Innova Diesel Ini Sudah Lama Gak Pakai BBM SPBU, Pilih Petasol Olahan Sampah Plastik
Meski demikian, ia mengingatkan pihak pengelola agar aspek dampak lingkungan di sekitar pabrik mini tetap menjadi perhatian utama.
Gas hasil pembakaran serta residu arang karbon yang dihasilkan harus terus dipantau agar memenuhi ketentuan lingkungan baku dan tidak menimbulkan persoalan baru.
"Jangan sampai masalah sampah yang ingin kita selesaikan justru berganti menjadi masalah pencemaran udara atau limbah lainnya," imbaunya.
"Karena itu teknologi ini harus terus diuji dan diawasi dari sisi lingkungan," kata Hanif.
Ia berharap keberadaan fasilitas pengolahan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial belaka, tetapi mampu berjalan berkelanjutan dengan melibatkan kelompok swadaya masyarakat dalam pola pengumpulan dan pemilahan sampah dari rumah tangga.
Menurut dia, bahan bakar minyak yang dihasilkan seharusnya dipandang sebagai nilai tambah atau bonus dari upaya membersihkan lingkungan.
Fokus utama gerakan ini tetap pada pengurangan timbulan sampah dari hulu dan penguatan ekonomi sirkular berbasis masyarakat desa.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengatakan teknologi yang diterapkan di "Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle" (TPS 3R) Margorejo tersebut menjadi proyek percontohan resmi.
Pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan ketat agar fasilitas ini dapat beroperasi secara profesional dan mandiri.
Menurut Dyah, jenis sampah plastik yang masuk ke mesin pengolahan merupakan jenis plastik lembaran atau kresek yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis di mata pengepul tradisional.
Baca Juga: Keren, Petugas Kebersihan Ini Ubah Sampah Plastik Jadi Bensin dan Solar Pakai Alat Ciptaan Sendiri
Melalui proses pirolisis, limbah padat tersebut diubah menjadi bahan bakar alternatif bernama Petasol.
"Kami berharap TPS 3R Margorejo menjadi pilot project yang bisa menginspirasi desa-desa lain untuk mengembangkan inovasi pengolahan sampah di wilayah masing-masing," terang Dyah.
Sebagai bentuk dukungan nyata dari pihak eksekutif, Pemkab Kendal berencana mengadakan 5 unit mesin pirolisis tambahan pada APBD Perubahan tahun anggaran 2026.
Bantuan mesin tersebut akan diprioritaskan bagi pengelola TPS 3R tingkat desa yang terbukti aktif dan mampu mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah secara berkelanjutan.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR