Baca Juga: Vario Pelajar Digasak Begal Wanita di Jalan Sepi, Celurit Bikin Takut
Ia melancarkan aksi tersebut atas perintah dari tersangka lain, yakni EW.
Untuk meloloskan rencana jahat tersebut, EW menginstruksikan AA agar berbohong kepada pemilik Honda BeAT.
AA diminta mengaku motor matic itu akan digunakannya sendiri untuk keperluan pribadi, bukan untuk diserahkan kepada orang lain.
"Saat itu korban memang berpesan agar motor itu tidak diserahkan pihak lain, harus dipakai sendiri," beber Puji menjelaskan ikatan perjanjian lisan antara korban dan pelaku.
Setelah Honda BeAT berhasil dibawa oleh AA, unit sewaan tersebut langsung berpindah tangan dan diserahkan sepenuhnya kepada EW.
Pada beberapa bulan pertama, aksi penggelapan ini berjalan mulus lantaran AA masih disiplin menyetorkan uang sewa bulanan kepada korban hingga bulan Agustus 2025.
Setelah Agustus 2025, gelagat mencurigakan mulai terlihat. Tersangka AA mendadak memutus komunikasi dan tidak lagi membayar uang sewa.
Korban yang mulai merasa janggal kemudian mencoba menghubungi AA untuk meminta agar motor miliknya segera dikembalikan.
"Saat itu korban berusaha menghubungi AA meminta sepeda motor itu dikembalikan saja. Namun AA tidak merespons," papar Puji.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR