GridOto.com - Belum banyak yang tahu kalau per CVT motor juga bisa lemah seiring pemakaian.
Per yang berfungsi mengatur pergerakan bukaan pulley belakang ini bisa aus dan melemah tekanannya.
Gejala per CVT mulai lemah mulai terasa ketika motor digunakan, khususnya saat dipakai berjalan pelan.
"Biasanya ketika digas pelan, motor jalannya gredeg atau getar parah," buka Rohmad Nasir, kepala mekanik AHASS Wahana Retail (Wari Ciputat) kepada GridOto pada Jumat (22/05/2026).
Tenaga motor juga terasa kurang responsif ketika per CVT lemah.
Baca Juga: Ini Sebabnya Ganti Slide Piece CVT Motor Matic Baiknya Barengan Roller
"Kemudian tenaga motor terasa loyo sampai susah untuk mencapai top speed karena tarikan motor berat," kata Rohmad.
Oya, getaran itu timbul akibat per CVT yang tidak mampu lagi mendorong sliding sheave.
Hal senada juga dikatakan oleh Rizky Zen Muhammad, produsen per CVT setan dengan branding Idealizen.
"Gejala per CVT lemah itu rpm mesin mentok atau ketahan, terasa enggak mau meninggi," sahut pria yang akrab disapa Zen ini.
"Bahkan kalau sudah parah speed enggak naik atau malah turun," tambahnya.
Baca Juga: Ini Tiga Penyebab CVT Motor Matic Bunyi Kasar Saat Digas, Yang Pertama Sepele
Per CVT lemah membuat posisi v-belt bergerak sebelum dibutuhkan.
"Hal itu membuat posisi v-belt naik duluan sebelum waktunya. Efeknya laju motor seperti ketahan," tambahnya.
Saat kondisi seperti ini sebenarnya speed atau kecepatan bisa naik.
"Tapi enggak bisa secepat ketika kondisi per CVT masih bagus," ujar Zen.
Per CVT yang mulai lemah atau loyo juga bisa dideteksi melalui kondisi fisiknya.
"Biasanya tinggi per sudah turun lebih dari 15 % dari awal menurut saya sudah wajib ganti," tuturnya saat dihubungi melalui pesan singkat pada Jum'at lalu (22/05/2026).
Jika motor matic kalian mengalami hal serupa coba periksa kondisi per CVT.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR