Baca Juga: Bentrok Kematian Dua Debt Collector di Kalibata, 1 Mobil, 6 Motor dan 9 Kios Hangus Dibakar Massa
"Dua mahasiswa Fakultas Teknik turut mengalami luka-luka sehingga harus dirawat," sebutnya.
Lebih lanjut, Andi mengungkapkan, lantaran adanya mahasiswa yang luka, sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik melakukan pembalasan ke Fakultas Pertanian dengan melakukan pelemparan batu dan juga membawa bom molotov.
"Kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan di Fakultas Pertanian dan juga laboratorium, tiga unit motor dan satu unit mobil turut terbakar," tuturnya.
Api dapat dipadamkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh dan BPBD Aceh Besar.
Dalam kasus ini, polisi tetap melakukan tindak lanjut guna mengungkap aktor pelaku yang mengakibatkan rusaknya fasilitas pendidikan.
Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Satreskrim Polresta Banda Aceh telah melakukan Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) pasca perusakan dan terbakarnya gedung Fakultas Pertanian, satu mobil, dua unit motor serta Pos Satpam USK.
Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk pengumpulan, pengawetan, pengemasan, pengangkutan, dan pendokumentasian bukti fisik yang tertinggal di tempat kejadian.
"Saat ini kami sedang melakukan olah TKP guna mengetahui sumber awal api yang membakar Gedung Fakultas Pertanian dan sepeda motor serta Pos Pengamanan USK," kata Kasatreskrim Polres Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono.
"Hasilnya akan diberitahukan kepada masyarakat. Mohon kerja samanya apabila mengetahui siapa aktornya dan diberitahukan kepada kami, kerahasiaan pelapor tetap terjaga," pungkas Dizha.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR