Ini terlihat dari data penjualan dimana tahun 2024 ketika ada bantuan insentif sebesar Rp 7 juta, penjualan motor listrik melonjak menjadi 80 ribuan unit.
Angka ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya di kisaran 40 ribuan unit.
Ketika insentif hilang, pada 2025 kembali turun menjadi 50 ribuan unit.
Alva sendiri sudah membaca konsumen sejatinya telah menerima harga motor listrik memang seperti itu tanpa adanya insentif.
"Mereka sudah paham itu harga organik," jelas Adit.
Tapi, apabila ada wacana tersebut, menurut Adit sebaiknya lebih diperjelas lagi agar baik konsumen dan produsen tidak kebingungan.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR