GridOto.com- Produsen motor listrik Alva menyatakan insentif Rp 5 juta yang diwacanakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa belum lama ini.
Wacana ini disambut positif produsen motor listrik.
Putu Swaditya Yudha, Chief Marketing Officer (CMO) PT Ilectra Motor Group produsen motor listrik Alva mengatakan insentif merupakan berita baik baik industri.
"Insentif ini juga berita baik bagi konsumen, apalagi bentuk dan mekanismenya juga jelas ini akan lebih baik lagi," bilang Adit panggilannya.
Informasi insentif ini ibarat pedang bermata dua, dia ditunggu tapi bikin konsumen bingung.
Adit mencontohkan biasanya isu soal insentif ini akan muncul apabila ada pameran otomotif.
Konsumen mengharapkan akan ada pengurangan harga lewat mekanisme insentif ini.
Namun, ternyata kebijakan itu tidak muncul.
"Kasihan konsumen. Ini terjadi tahun lalu ketika ada PRJ, IIMS dan GIIAS," ungkap Adit.
Baca Juga: Isu Ketahanan Energi Bikin Motor Listrik Diburu, ALVA Siap Tambah Produksi
Diakuinya insentif dianggap sebagai stimulus penjualan.
Ini terlihat dari data penjualan dimana tahun 2024 ketika ada bantuan insentif sebesar Rp 7 juta, penjualan motor listrik melonjak menjadi 80 ribuan unit.
Angka ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya di kisaran 40 ribuan unit.
Ketika insentif hilang, pada 2025 kembali turun menjadi 50 ribuan unit.
Alva sendiri sudah membaca konsumen sejatinya telah menerima harga motor listrik memang seperti itu tanpa adanya insentif.
"Mereka sudah paham itu harga organik," jelas Adit.
Tapi, apabila ada wacana tersebut, menurut Adit sebaiknya lebih diperjelas lagi agar baik konsumen dan produsen tidak kebingungan.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR