Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Taruhan Nyawa, Kebiasaan 3 Detik Ini Sering Diabaikan Pengemudi Saat di Perlintasan Kereta

Irsyaad W - Rabu, 29 April 2026 | 11:30 WIB
Aksi heroik petugas di perlintasan kereta api Stasiun Senen Jakarta, Rabu (18/9/2024)
Aksi heroik petugas di perlintasan kereta api Stasiun Senen Jakarta, Rabu (18/9/2024)

GridOto.com - Nyawa menjadi taruhan ketika melewati perlintasan kereta api sebidang.

Banyak korban berjatuhan bukan semata karena palang pintu tidak berfungsi, tetapi pengemudi tidak memiliki kebiasaan disiplin saat melintasi rel.

Terutama kebiasaan 3 detik yang sering diabaikan pengemudi saat melewati perlintasan kereta.

Praktisi keselamatan berkendara, Marcell Kurniawan, menegaskan pengemudi seharusnya memperlakukan perlintasan rel seperti persimpangan dengan rambu STOP.

Artinya, tidak cukup hanya melambat, tetapi wajib berhenti untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

"Harus dibiasakan saat akan melintasi rel, harus seperti saat di pertigaan yang ada rambu setop, dimana kita perlu perlambat kemudian berhenti sesaat untuk memastikan aman, walaupun palang belum turun, lalu kembali melanjutkan perjalanan," kata Marcell, (28/4/26) mengutip Kompas.com.

Menurutnya, kebiasaan '3 detik berhenti' sebelum rel bisa menjadi pembeda antara perjalanan aman dan kecelakaan fatal.

Baca Juga: Tragedi Ban Depan Selip di Perlintasan Kereta Api, Daihatsu Sigra Mental Compang-camping di Parit

Ilustrasi palang perlintasan kereta api liar
Dok. Desa Pasirharjo
Ilustrasi palang perlintasan kereta api liar

Waktu singkat tersebut memberi kesempatan pengemudi untuk benar-benar mengamati dua arah jalur rel yang sering kali sulit diprediksi.

Marcell juga menekankan bahaya terbesar justru muncul dari sikap terburu-buru.

Banyak pengemudi yang nekat menerobos atau hanya sekadar mengandalkan kondisi palang pintu, padahal sistem tersebut bukan satu-satunya penentu keselamatan.

Dalam sejumlah kasus kecelakaan di perlintasan sebidang, faktor kelalaian pengemudi yang tidak berhenti total sebelum rel menjadi salah satu pemicu utama.

Kondisi ini diperparah dengan adanya titik perlintasan padat kendaraan serta visibilitas terbatas.

Dengan demikian, disiplin kecil seperti berhenti beberapa detik sebelum rel bukan sekadar prosedur tambahan, melainkan bagian penting dari budaya keselamatan berkendara yang bisa mencegah kecelakaan besar di jalan raya.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa