Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Beijing Auto Show 2026

VLA 2.0 Jadi Otak Baru Mobil Xpeng, Ambisi Besar Menuju Autonomous Level 4

Naufal Shafly - Selasa, 28 April 2026 | 18:37 WIB
Test drive Xpeng P7, menjajal teknologi VLA 2.0
Dok. Xpeng
Test drive Xpeng P7, menjajal teknologi VLA 2.0

GridOto.com – Dalam gelaran Auto China 2026 atau Beijing Auto Show, Xpeng secara resmi memperkenalkan teknologi terbaru bernama VLA 2.0.

Sistem ini jadi “otak” baru yang bikin mobil terasa makin pintar, bahkan mendekati kemampuan berkendara manusia.

VLA 2.0 sendiri diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan autonomous driving menuju level L4, alias mobil yang bisa berjalan sendiri dengan campur tangan manusia yang sangat minim.

Menariknya, Xpeng menyebut teknologi ini sebagai Physical World Foundation Model, yaitu model AI yang dirancang khusus untuk memahami kondisi dunia nyata, bukan sekadar data digital seperti AI pada umumnya.

“Kami mendefinisikan VLA 2.0 sebagai pembuka untuk model dunia fisik di era L4,” jelas Yin Ruizhe, Senior Manager of Intelligent Cockpit Product Operations Xpeng dalam sesi workshop di Beijing, Kamis (23/4/2026).

Dengan pendekatan ini, VLA 2.0 diklaim mampu menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman, halus, dan bisa digunakan di berbagai kondisi jalan.

Salah satu perubahan paling terasa ada di sisi kenyamanan.

Sistem autonomous driving generasi sebelumnya sering bikin pengemudi was-was karena tidak bisa memprediksi situasi ke depan.

Misalnya, mobil tidak tahu ada kemacetan di depan, atau melakukan akselerasi dan pengereman secara tiba-tiba.

Baca Juga: Sensasi Disetirin Mobil di Jalanan Kota Beijing. Benar-benar Bikin Takjub!

“Sistem sebelumnya tidak membuat pengemudi tenang, karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi,” lanjut Ruizhe.

Nah, lewat VLA 2.0, mobil sudah dibekali kemampuan antisipasi layaknya pengemudi berpengalaman.

Mobil bisa membaca kondisi jalan di depan, mengatur kecepatan dengan lebih halus, hingga menjaga jarak aman dari kendaraan besar seperti truk.

“VLA 2.0 bisa memprediksi kondisi jalan di depan seperti pengemudi yang sudah sangat berpengalaman,” ujar Ruizhe.

Menjajal teknologi VLA 2.0, mobil benar-benar berperan selayaknya sopir pribadi.
Naufal/GridOto.com
Menjajal teknologi VLA 2.0, mobil benar-benar berperan selayaknya sopir pribadi.

Bahkan dalam kondisi kompleks, seperti jalan sempit atau persimpangan padat, sistem ini bisa mengambil keputusan sendiri secara lebih natural.

Kemampuan VLA 2.0 juga diklaim sudah diuji dalam perjalanan jarak jauh.

Dalam salah satu pengujian oleh media di Cina, mobil berbasis sistem ini menempuh perjalanan sekitar 5.300 km dengan 99,9 persen perjalanan dilakukan secara autonomous.

Ruizhe mengklaim, sejauh 1.330 km bisa dilalui tanpa intervensi pengemudi, melewati berbagai kondisi ekstrem seperti salju, hujan, kabut, hingga badai pasir.

“Autonomous driving bisa bekerja sangat baik di berbagai kondisi seperti hujan, kabut, bahkan badai pasir,” ungkapnya.

Baca Juga: Kenalin Nih Xpeng GX, SUV Canggih yang Bukan Cuma 'Gede Badan Doang'

Di balik kecanggihannya, VLA 2.0 mengandalkan kombinasi empat elemen utama, yaitu model AI, daya komputasi, data, dan integrasi dengan kendaraan.

Xpeng bahkan mengembangkan chip sendiri bernama Turing, yang diklaim punya efisiensi tinggi dalam memproses data secara real-time.

Menariknya, Xpeng menegaskan bahwa performa tidak hanya ditentukan dari besar kecilnya angka komputasi, tapi seberapa efektif chip tersebut dimanfaatkan di dalam mobil.

“Ini bukan soal berapa banyak chip yang digunakan, tapi seberapa besar komputasi efektif yang benar-benar dirasakan pengguna,” tegas Ruizhe.

Selain itu, sistem ini juga didukung oleh teknologi simulasi bernama X World.

Lewat simulasi ini, XPENG bisa menguji berbagai skenario berkendara di dunia virtual, termasuk kondisi jalan di berbagai negara.

Artinya, pengembangan sistem tidak harus selalu bergantung pada data jalan nyata atau peta presisi tinggi.

“Kami tidak perlu mengumpulkan data lokal secara masif atau bergantung pada peta presisi tinggi untuk menghadirkan pengalaman ini,” tambah Ruizhe.

Meski begitu, XPENG tetap menegaskan bahwa saat ini sistem masih berada di level L2, sehingga pengemudi tetap harus siap mengambil alih kendali kapan saja.

Baca Juga: Tanggapan Presiden Xpeng Soal Kemungkinan SUV GX Masuk ke Indonesia

Ke depannya, teknologi seperti VLA 2.0 diyakini bakal jadi langkah penting menuju era mobil yang benar-benar bisa berjalan sendiri.

Dengan pendekatan berbasis AI dan data dalam skala besar, bukan tidak mungkin mobil masa depan akan semakin pintar, aman, dan terasa lebih 'manusiawi' saat digunakan.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa