GridOto.com - Banyak pemilik motor yang mengabaikan kondisi minyak rem, padahal perannya sangat krusial dalan menjaga keselamatan.
Minyak rem berfungsi meneruskan tekanan dari tuas atau pedal rem ke kaliper, yang membuat kampas bisa menjepit cakram dan memperlambat laju motor.
Seiring pemakaian, kualitas minyak rem bisa menurun yang akan mempengaruhi kinerja sistem pengereman.
Hal ini karena minyak rem bersifat higroskopis, alias mudah menyerap uap air dari udara.
Jika terus dibiarkan, minyak rem yang rusak akan membuat rem motor terasa kurang pakem, respons melambat, bahkan dalam kondisi tertentu bisa blong.
Baca Juga: Wahana Ajak Perempuan Melek Safety Riding Lewat Event Zen On Wheels
“Ketika minyak rem sudah tidak dalam kondisi baik, kemampuan dalam meneruskan tekanan akan menurun. Ini yang membuat pengereman terasa kurang responsif dan berpotensi mengurangi daya cengkeram,” jelas Wahyu Budhi, Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati.
Biar tidak sampai kejadian di motor kalian, penting untuk mengetahui ciri-ciri minyak rem di motor mulai rusak dan minta diganti.
Menurut Wahyu, setidaknya ada tiga tanda yang umum muncul saat minyak rem motor mulai rusak.
Pertama berubahnya warna minyak rem menjadi lebih gelap atau terlihat kotor.
Minyak rem normal biasanya berwarna bening kekuningan, jika warna gelap jadi tanda sudah tercampur kotoran atau menyerap air dalam jumlah banyak.
Ciri kedunya adalah rem terasa lebih dalam saat ditekan dan butuh tenaga lebih untuk membuat rem menggigit.
Baca Juga: Baru Tahu, Ternyata Ini Penyebab Rem Motor Seret Setelah Ganti Kampas Rem
Kondisi ini sering disebut rem “ngempos” dan jadi tanda performa minyak rem menurun.
Ciri ketiganya adalah motor butuh jarak lebih panjang untuk berhenti.
Hal ini terjadi karena respons rem menjadi tidak konsisten akibat menurunnya kualitas minyak rem.
Meski tanda-tanda tersebut bisa dikenali, penggantian minyak rem sebaiknya tidak menunggu sampai gejala muncul.
Wahyu sarankan idealnya minyak rem diganti setiap 24 bulan atau 24.000 km pemakaian, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.
Jadi jangan cuma ganti kampas rem saja, periksa dan ganti juga secara berkala minyak rem di motor kalian.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR