“Sistem sebelumnya tidak membuat pengemudi tenang, karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi,” lanjut Ruizhe.
Nah, lewat VLA 2.0, mobil sudah dibekali kemampuan antisipasi layaknya pengemudi berpengalaman.
Mobil bisa membaca kondisi jalan di depan, mengatur kecepatan dengan lebih halus, hingga menjaga jarak aman dari kendaraan besar seperti truk.
“VLA 2.0 bisa memprediksi kondisi jalan di depan seperti pengemudi yang sudah sangat berpengalaman,” ujar Ruizhe.
Bahkan dalam kondisi kompleks, seperti jalan sempit atau persimpangan padat, sistem ini bisa mengambil keputusan sendiri secara lebih natural.
Kemampuan VLA 2.0 juga diklaim sudah diuji dalam perjalanan jarak jauh.
Dalam salah satu pengujian oleh media di Cina, mobil berbasis sistem ini menempuh perjalanan sekitar 5.300 km dengan 99,9 persen perjalanan dilakukan secara autonomous.
Ruizhe mengklaim, sejauh 1.330 km bisa dilalui tanpa intervensi pengemudi, melewati berbagai kondisi ekstrem seperti salju, hujan, kabut, hingga badai pasir.
“Autonomous driving bisa bekerja sangat baik di berbagai kondisi seperti hujan, kabut, bahkan badai pasir,” ungkapnya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR