GridOto.com - Uji kendara JETOUR G700 dan JETOUR T2 i-DM yang digelar di Beijing, China, memperlihatkan langsung karakter dan kemampuan dua SUV elektrifikasi ini di berbagai kondisi jalan.
Keduanya tidak hanya diuji di aspal, tapi juga diajak menaklukkan rintangan ekstrem sebagai gambaran kapabilitas yang ditawarkan.
Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia mengatakan, melalui pengalaman ini, pihaknya ingin menunjukkan perbedaan karakter yang kuat dari masing-masing model.
"JETOUR G700 dirancang untuk menghadapi medan ekstrem dengan performa maksimal, sementara JETOUR T2 i-DM menawarkan fleksibilitas dan efisiensi untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Keduanya sangat relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, baik untuk penggunaan harian maupun eksplorasi,” ujar Ranggy dalam keterangan resmi yang diterima GridOto.com, Sabtu (25/4/2026).
Dalam pengujian tersebut, JETOUR G700 menunjukkan kemampuan sebagai SUV hybrid off-road yang fokus pada performa di medan berat.
Berbagai skenario dilalui, mulai dari akselerasi, pengereman, slalom, hingga jalur bergelombang yang menguji stabilitas.
Pengujian berlanjut ke rintangan ekstrem seperti side slope, cross-axle, hingga roller ramp, di mana sistem tiga differential lock dan platform GAIA Architecture bekerja menjaga traksi tetap optimal.
Performa yang ditawarkan juga tergolong impresif.
Baca Juga: Jetour T2, Spesies Paling Laki di Antara SUV Chindo di Indonesia
Akselerasi 0–100 km/jam diklaim tembus 4,6 detik, serta kemampuan melibas genangan air hingga 970 mm.
Di sisi lain, kenyamanan tetap diperhatikan lewat fitur seperti kursi pijat dan sistem audio premium yang menunjang pengalaman berkendara.
Sementara itu, JETOUR T2 i-DM hadir dengan pendekatan yang lebih seimbang antara performa dan efisiensi.
SUV plug-in hybrid ini dibekali mesin hybrid 1.5TD-3DHT dengan total tenaga 280 kW dan torsi 610 Nm, yang terasa responsif saat diuji dalam berbagai kondisi, termasuk akselerasi hingga jalan bergelombang.
Karakter berkendara yang fleksibel dipadukan dengan teknologi modern, seperti penggunaan Snapdragon 8155 Smart Chip, layar kontrol 15,6 inci, serta fitur 540° panoramic imaging.
Tidak hanya itu, fitur pendukung seperti suplai daya eksternal dan kabin yang senyap membuatnya tetap nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Melalui uji kendara ini, JETOUR memperlihatkan bagaimana dua model tersebut dirancang dengan karakter berbeda untuk kebutuhan yang beragam.
Pendekatan ini sekaligus memberi gambaran potensi keduanya untuk menjawab kebutuhan pasar, termasuk Indonesia, baik di segmen SUV tangguh maupun elektrifikasi yang terus berkembang.
Sebagai informasi, saat ini JETOUR sudah memasarkan beberapa model di Indonesia seperti JETOUR T2, JETOUR Dashing, dan JETOUR X70 Plus.
Kehadiran lini produk ini menunjukkan keseriusan brand dalam menggarap pasar Tanah Air.
Lantas, apakah JETOUR G700 dan JETOUR T2 i-DM bakal dibawa ke Indonesia? Menarik untuk ditunggu.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR