GridOto.com - Hadirnya Polytron dalam segmen kendaraan listrik bisa dirayakan oleh masyarakat Indonesia.
Siapa yang tidak kenal Polytron? Brand milik Grup Djarum tersebut telah memenuhi kebutuhan elektronik rumah tangga sejak 1975.
Lalu ketika tren kendaraan listrik mulai populer di Indonesia, Polytron tidak ketinggalan lewat hadirnya motor listrik Fox Series dan Polytron G3 Series.
Varian top-of-the-line Polytron G3, G3+, kini dibanderol dengan harga Rp 505,5 juta on the road DKI Jakarta.
Tapi harga tersebut sudah termasuk baterai. Sobat bisa beli G3+ dengan harga Rp 373,5 juta dengan skema Battery as a Service (BaaS).
Baca Juga: Motor Listrik vs Bensin, Polytron Klaim Selisih Biaya Tembus Rp 4,4 Juta Per Tahun
Dengan harga tersebut, Polytron G3+ tawarkan banyak kemewahan khas mobil listrik Cina dengan beberapa kearifan asli Polytron.
Bayangkan, versi lokal dari Skywell BE11 tersebut sudah tawarkan fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) Level 2 yang memungkinkan fungsi Hands-Off saat Adaptive Cruise Control.
Ia juga sudah dapat Auto Parking Assist, Panoramic Sunroof, Apple CarPlay dan Android Auto via aplikasi pihak ketiga, dan sistem audio XBR khas Polytron.
Polytron G3+ juga sosok mobil listrik yang bertenaga, dengan motor listrik penggerak roda depan bertenaga 150 kW atau 201 dk dan torsi 320 Nm.
Dari hasil tes kami, Polytron G3+ mampu berakselerasi 0-60 km/jam dalam waktu 4 detik dan 0-100 km/jam dalam waktu 8,7 detik.
Baca Juga: Pertama Kali, Polytron Hadirkan Posko Mudik, Ini Fasilitas Yang Disediakan
Kalau dari baterai, Polytron G3+ boleh dibilang tidak sebesar rival-rivalnya yang seharga dan serupa.
Baterai Lithium Iron Phosphate milik G3+ cuma memiliki kapasitas 51,916 kWh dan tidak ada beda dengan G3 biasa.
Juga seperti G3 biasa, jarak tempuh G3+ tetap diklaim 402 kilometer sesuai dengan China Light Duty Vehicle Test Cycle (CLTC).
Meskipun jarak tempuhnya tidak sepanjang rivalnya, G3+ tetap memiliki kemampuan pengecasan cepat sampai 70 kW.
Kami coba pengecasan dari 18% sampai 92% G3+ di mesin charger 120 kW, dan pengisiannya tuntas dalam waktu 45 menit 24 detik.
| Editor | : | Trybowo Laksono |
KOMENTAR