GridOto.com - Hati terasa dag-dig-dug mendengar isu akan adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).
Termasuk harga BBM SPBU Swasta yang belum ada kabar kapan akan naik.
Melalui pernyataan resminya yang dikutip dari Kompas.com, BP-AKR mengatakan penyesuaian harga BBM tidak dilakukan secara sembarangan.
Perusahaan mengikuti mekanisme yang berlaku di Indonesia sekaligus tetap menghormati kebijakan pemerintah dalam tata kelola sektor energi.
"Dalam melakukan penyesuaian harga, perusahaan mempertimbangkan berbagai faktor, antara lain fluktuasi harga minyak dunia, kondisi pasar, serta kebijakan yang berlaku di sektor energi," tulis manajemen BP-AKR, (13/4/26).
Artinya, perubahan harga BBM di SPBU swasta sangat bergantung pada kondisi global dan domestik.
Harga minyak dunia yang naik atau turun, dinamika permintaan pasar, hingga kebijakan pemerintah menjadi faktor kunci yang menentukan kapan penyesuaian dilakukan.
Di sisi lain, pemerintah juga belum menetapkan waktu pasti terkait penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan saat ini proses perhitungan masih berlangsung.
"Mengenai dengan BBM yang RON 92, 95, 98, termasuk dengan solar yang Pertamina Dex, itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai," ujar Bahlil di Jakarta, (8/4/26).
Baca Juga: Update Harga BBM SPBU Swasta Vivo Per 1 April 2026, Harga Tetap!
Ia menambahkan, pemerintah masih melakukan perhitungan bersama berbagai pihak, termasuk Pertamina dan pelaku usaha swasta.
"Sekarang kita masih melakukan exercise. Dan mudah-mudahan doakan agar betul harga ICP bisa turun. Itu akan jauh lebih baik lagi," kata dia.
Dengan kondisi tersebut, penyesuaian harga BBM swasta kemungkinan besar akan mengikuti hasil evaluasi pemerintah dan perkembangan harga minyak global.
Artinya, belum ada kepastian waktu, namun arah kebijakan mulai terlihat.
Di lapangan, kondisi SPBU swasta sendiri masih menghadapi tantangan ketersediaan stok.
Shell misalnya, hingga pertengahan April 2026 di sejumlah wilayah masih mengalami kekosongan BBM.
Saat ini, SPBU bahkan hanya beroperasi untuk layanan minimarket dan bengkel.
Sementara itu, Vivo Energy juga mengalami pasang surut stok.
Produk Revvo 90 (RON 90) bahkan hampir tidak tersedia dalam beberapa bulan terakhir, dengan pasokan yang lebih sering tersedia hanya untuk Revvo 92 dan Diesel Primus Plus di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Sedangkan stok BBM BP-AKR relatif lebih baik. BP 92, BP Ultimate, dan BP Diesel kadang bisa ditemui di SPBU.
Baca Juga: Siap-siap, Menteri Bahlil Beri Kode Harga Pertamax Cs dan Dexlite Cs Bakal Lepas Landas
Namun memang terbatas di lokasi tertentu saja. Umumnya, sejumlah SPBU BP-AKR hanya menyediakan BP 92 buat konsumen.
Kondisi ini menunjukkan selain faktor harga, aspek distribusi dan ketersediaan stok juga memengaruhi dinamika pasar BBM swasta.
Pada akhirnya, penyesuaian harga BBM di SPBU swasta bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi hasil dari perhitungan kompleks yang melibatkan banyak variabel.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR