GridOto.com - Kehadiran truk listrik dari SANY Group makin menegaskan bahwa elektrifikasi bukan cuma tren mobil penumpang, tapi juga mulai merambah sektor alat berat di Indonesia.
Dalam sebuah pameran otomotif dan industri, SANY memperkenalkan salah satu andalannya, SANY SE588, yang dirancang khusus untuk kebutuhan pertambangan dan logistik berat.
Deputy General Manager and Director of Government Relations SANY Group, Saanjay Shamdasani, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pamer teknologi.
“Bukan cuma pengembangan yang saat ini ada. Kita juga fokus ke depannya dengan produk kita yang baru yang akan masuk,” ujarnya belum lama ini.
Truk listrik ini diklaim sudah mulai beroperasi di Indonesia, terutama di wilayah tambang seperti Kalimantan.
Dengan kapasitas angkut hingga 120 ton, SANY SE588 menyasar sektor yang selama ini sangat bergantung pada bahan bakar fosil.
Dari sisi operasional, kendaraan ini menawarkan efisiensi yang signifikan.
Dibandingkan truk konvensional, biaya energi berbasis listrik dinilai lebih hemat dalam jangka panjang, sekaligus menekan biaya perawatan.
Menariknya, waktu pengisian daya juga terbilang kompetitif untuk ukuran kendaraan berat.
Baca Juga: Ambisi Prabowo Produksi Sedan Listrik Nasional, Klaim Perusahaan Pembuat Sudah Dibentuk
Pengisian dari 20 hingga 100 persen diklaim memakan waktu sekitar 70 hingga 90 menit menggunakan sistem fast charging.
Selain itu, tersedia juga teknologi battery swap yang memungkinkan penggantian baterai hanya dalam waktu sekitar 5 menit, solusi praktis untuk operasional tanpa banyak downtime.
Namun, penggunaan truk ini masih terbatas untuk area khusus seperti tambang dan kawasan industri.
Pasalnya, unit ini belum sepenuhnya dirancang untuk penggunaan jalan raya (off-road oriented).
Sistem pengisian dayanya pun tidak bisa sembarangan.
Pengguna harus membangun charging station khusus dengan spesifikasi berbeda dari SPKLU kendaraan listrik umum.
Langkah SANY ini sekaligus menunjukkan arah baru industri alat berat, di mana efisiensi dan keberlanjutan mulai jadi pertimbangan utama.
Dengan makin banyaknya pemain yang masuk ke segmen ini, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, deru mesin diesel di area tambang bakal tergantikan oleh senyapnya motor listrik.
Sekadar informasi, Truk Listrik Sany ini dibanderol dengan harga Rp 3,2 Miliar. Belum termasuk dengan harga casan model gun dan swap.
Untuk model charging gun itu Rp 400 jutaan, sementara untuk swap itu Rp 1-2 Miliar.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR