GridOto.com - Seiring meningkatnya tren penggunaan kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) di Indonesia, perhatian terhadap kondisi ban menjadi semakin penting.
Terutama saat memasuki musim kemarau yang identik dengan suhu jalan lebih tinggi dan kondisi berkendara yang lebih menantang.
Ketika suhu ban meningkat, tekanan angin di dalamnya juga ikut bertambah.
Dalam kondisi seperti ini, ban jadi bekerja lebih berat, khususnya saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi di atas permukaan aspal yang panas.
National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Apriyanto Yuwono, menjelaskan bahwa peningkatan suhu pada ban saat berkendara merupakan kondisi yang normal.
“Namun, apabila suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. Karena itu, penting bagi pengguna SUV untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan,” ujar Apriyanto melansir siaran pers.
Faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, kerap menjadi salah satu penyebab yang memperbesar risiko terjadinya insiden di jalan tol.
Baca Juga: Mobil Listrik Butuh Ban Khusus, Hankook Punya Tiga Tipe Sesuai Kebutuhan
Dalam kondisi ekstrem, seperti saat kendaraan melewati ruas jalan yang mengalami kerusakan, ban yang tidak berada dalam kondisi optimal akan lebih rentan mengalami keausan tidak merata, retak, hingga pecah ban.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR