GridOto.com - Imbas naiknya harga minyak global, ekspor mobil listrik dan hybrid dari China melonjak tajam.
Dikutip Kompas.com dari laporan Bloomberg, Asosiasi Mobil Penumpang China mencatat kalau pada Maret 2025 ekspor mobil listrik dan hybrid mencapai 349.000 unit.
Artinya, pada periode yang sama tahun ini, jumlah ekspor tersebut melonjak menjadi lebih dari 700.000 unit.
Dari total ekspor tersebut, produsen kendaraan listrik terbesar, BYD Co, berkontribusi sekitar sepertiga.
Sementara itu, Geely Automobile Holdings Ltd. dan Chery Automobile Co. turut menyusul sebagai penyumbang utama lainnya.
Seiring tren ekspor yang meningkat di tengah krisis energi global, saham BYD di Hong Kong tercatat naik hingga 3,1 persen pada Jumat (10/4/2026).
Saham Geely dan Chery juga ikut mengalami penguatan.
Sekretaris Jenderal PCA, Cui Dongshu, menjelaskan bahwa lonjakan harga bahan bakar minyak akibat konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran mendorong masyarakat beralih kembali ke mobil listrik dan hybrid.
Baca Juga: Lewat bZ4X, Toyota Siap Mendominasi Pasar Mobil Listrik, Ini Datanya
Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah pengunjung showroom di berbagai wilayah Asia dalam beberapa waktu terakhir.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR