Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Adem, Ini Akhir Cerita Kasus Motor Terbakar Dilarang Pakai APAR SPBU Sriwijaya Semarang

Irsyaad W - Kamis, 9 April 2026 | 12:30 WIB
Motor terbakar di SPBU disebut tak boleh gunakan APAR. Pertamina berakhir buka suara
TribunJateng/Istimewa
Motor terbakar di SPBU disebut tak boleh gunakan APAR. Pertamina berakhir buka suara

GridOto.com - Kasus motor terbakar dilarang pinjam Alat Pemadam Api Ringan (APAR) SPBU 44.502.07 Jalan Sriwijaya, kota Semarang, Jawa Tengah dinyatakan selesai dengan adem.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menyatakan, kasus diselesaikan secara baik.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan SPBU tersebut ditutup sementara untuk dilakukan pembinaan.

"Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi. Pertamina telah melakukan penelusuran dan memastikan penanganan di lapangan, serta menjadikan ini sebagai bahan evaluasi untuk penguatan aspek keselamatan dan pelayanan di SPBU," ujar Taufiq dalam keterangan tertulis, (7/4/26) melansir Kompas.com.

Berdasarkan penelusuran Pertamina, kejadian bermula saat motor korban dalam kondisi mogok melakukan pengisian BBM jenis Pertamax.

Setelah pengisian, motor didorong keluar dari area dispenser dan dicoba dinyalakan kembali.

Saat itu muncul api yang diduga berasal dari sistem kelistrikan atau pengapian motor.

Baca Juga: Viral Pemilik Motor Terbakar Klaim Tak Boleh Pakai APAR SPBU, Pertamina Bilang Begini

Para karyawan SPBU 44.502.07 Jalan Sriwijaya, kota Semarang, Jawa Tengah mendapat pembinaan usai insiden motor pelanggan terbakar tidak boleh pakai APAR
Idayatul Rohmah/TribunJateng.com
Para karyawan SPBU 44.502.07 Jalan Sriwijaya, kota Semarang, Jawa Tengah mendapat pembinaan usai insiden motor pelanggan terbakar tidak boleh pakai APAR

Pemilik motor, Chiko Relisviano Ramadhan menyebut persoalan tersebut telah dibahas bersama pihak terkait.

Ia menyampaikan penyelesaian dilakukan dengan baik dan penuh itikad.

"Saya sudah mendapatkan penjelasan dari pihak SPBU dan Pertamina. Permasalahan ini sudah diselesaikan secara baik, masukan saya didengarkan dengan baik dan saya menerima hasilnya. Terima kasih atas perhatian dan tanggung jawab yang diberikan," jelasnya.

Taufiq menyampaikan petugas SPBU telah menjalankan prosedur dalam penanganan kejadian tersebut.

"Dari hasil konfirmasi kami ke petugas SPBU, tidak ada tindakan lanjutan atau sanksi. Karena yang dilakukan operator sudah sesuai prosedur," ujar dia.

Ia menjelaskan, dalam kondisi darurat, operator perlu memastikan keamanan area kerja terlebih dahulu sebelum membantu ke lokasi lain.

"Setelah area kerja aman, operator kemudian mengambil APAR dan membantu memadamkan api," jelasnya.

Taufiq menegaskan dalam kondisi darurat, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dan tidak berkaitan dengan persoalan biaya maupun operasional.

Baca Juga: Usai Insiden Motor TerbakarTak Boleh Pakai APAR, Layanan SPBU di Semarang Ini Tutup 2 Hari

SPBU 44.502.07 Jalan Sriwijaya, kota Semarang, Jawa Tengah saat tutup dua hari dalam rangka pembianaan dari Pertamina Patra Niaga
Titis Anis Fauziyah/Kompas.com
SPBU 44.502.07 Jalan Sriwijaya, kota Semarang, Jawa Tengah saat tutup dua hari dalam rangka pembianaan dari Pertamina Patra Niaga

Sementara itu, operator SPBU yang bertugas saat kejadian, Giyono, menyampaikan permohonan maaf.

"Saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi dan akan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan serta pelayanan saya ke depannya," kata Giyono.

Di sisi lain, Pertamina menegaskan kejadian ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat aspek keselamatan operasional.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan, khususnya pada sistem kelistrikan dan pembakaran, dalam keadaan aman guna mencegah risiko serupa.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa