GridOto.com - Buat yang mau memodifikasi Isuzu D-Max, umumnya bakal dibuat lebih macho bergaya off-road atau overland, sesuai dengan kodratnya sebagai kendaraan double cabin.
Namun pendekatan berbeda dilakukan Isuzu Thailand, dimana mengubah D-Max menjadi mobil balap yang berfokus pada performa di sirkuit atau trek jalanan aspal.
Dibalut sebagai proyek Isuzu Challenge Thailand, double cabin ini hadir dengan bodykit agresif untuk keperluan peningkatan downforce, serta peningkatan pada sasis dan performa.
Melansir dari Carscoops, menariknya, Isuzu D-Max balap ini akan dijual, meskipun dalam jumlah yang sangat terbatas.
Dari segi visual, sorotan utama dari truk balap ini adalah pengerjaan aerodinamika secara menyeluruh oleh Tera Engineering.
Untuk menghilangkan turbulensi di belakang kabin, ditambahkan sayap belakang adjustable, dipadukan dengan sirip tengah, diffuser belakang, serta dual slide di bak belakang.
Di bagian depan, perubahan berlanjut dengan splitter yang dapat diatur, intake bumper yang lebih besar, serta kap mesin berbahan serat karbon.
Geser ke sisi samping, fender yang lebih lebar dilengkapi ventilasi fungsional, sementara pelek forged Lenso dibalut ban performa melengkapi tampilannya.
Baca Juga: Layak Jadi Inspirasi Modifikasi, Isuzu D-Max Tampil Macho Bergaya Off-Road di GIIAS 2025
Memasuki kabin, segala fungsi kepraktisan dikorbankan demi performa. Interior dibuat lebih ringan dengan menghilangkan banyak komponen.
Untuk keamanan pembalap, ditambahkan roll cage standar FIA, satu kursi balap (bucket seat), serta setir khusus dengan kontrol terintegrasi.
Pada area dasbor, layar infotainment kini difungsikan untuk menampilkan data telemetri secara real-time.
Menariknya, truk ini tetap mempertahankan konfigurasi extended cab khas D-Max, lengkap dengan pintu belakang model suicide door.
Di balik kap mesin, terdapat powertrain yang telah dimodifikasi besar-besaran dari basis mesin turbodiesel 2.2 liter Ddi MaxForce.
Kini dilengkapi turbo yang lebih besar, intercooler yang direvisi, serta software mesin yang diperbarui.
Outputnya berupa tenaga 281 dk (210 kW / 285 PS) dan torsi 507 Nm. Ini merupakan peningkatan signifikan sebesar 120 dk dan 107 Nm dibandingkan D-Max standar.
Tenaga disalurkan hanya ke roda belakang melalui transmisi manual bawaan, dipadukan dengan kopling performa tinggi BK Clutch yang lebih tahan untuk penggunaan berat di lintasan.
Baca Juga: Fakta Singkat Kapabilitas Isuzu D-MAX EV, Jadi Listrik Tetap Macho
Truk ini menggunakan sistem suspensi baru dari Penske, dengan peredam yang dapat diatur untuk handling optimal di trek.
Supaya lebih andal saat dipakai balap, sasis ladder-frame bawaan Isuzu D-Max ini diperkuat lagi serta menggunakan kombinasi roda dan ban yang sesuai.
Sistem pengereman juga ditingkatkan dengan rem Ferodo enam piston di depan dan empat piston di belakang, lengkap dengan indikator suhu untuk memudahkan pengecekan panas di pitlane.
Berbeda dengan kebanyakan konsep truk balap yang hanya menjadi pajangan, D-Max ini benar-benar akan diproduksi, meskipun sangat terbatas hanya 15 unit.
Setiap unit dibanderol seharga 1.490.000 baht atau seatara Rp 778 jutaan (kurs 1 Baht = Rp 522,73 per 6 April 2026).
Harga tersebut bisa dibilang worth it jika dibandingkan biaya pengembangan yang mencapai sekitar 1.700.000 Baht atau sekitar Rp 888 jutaan per unit.
Sebagai informasi, Isuzu pada dasarnya mensubsidi kendaraan ini untuk menarik peserta ke seri balap satu merek (one-make series) yang baru mereka buat.
Kalender balap 2026 akan mencakup tiga event pada bulan Juni, Agustus, dan Oktober di Negeri Gajah Putih.
Namun ada satu catatan truk balap ini tidak legal untuk jalan raya, sehingga harus diangkut ke sirkuit menggunakan trailer atau ditowing.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR