Truk ini menggunakan sistem suspensi baru dari Penske, dengan peredam yang dapat diatur untuk handling optimal di trek.
Supaya lebih andal saat dipakai balap, sasis ladder-frame bawaan Isuzu D-Max ini diperkuat lagi serta menggunakan kombinasi roda dan ban yang sesuai.
Sistem pengereman juga ditingkatkan dengan rem Ferodo enam piston di depan dan empat piston di belakang, lengkap dengan indikator suhu untuk memudahkan pengecekan panas di pitlane.
Berbeda dengan kebanyakan konsep truk balap yang hanya menjadi pajangan, D-Max ini benar-benar akan diproduksi, meskipun sangat terbatas hanya 15 unit.
Setiap unit dibanderol seharga 1.490.000 baht atau seatara Rp 778 jutaan (kurs 1 Baht = Rp 522,73 per 6 April 2026).
Harga tersebut bisa dibilang worth it jika dibandingkan biaya pengembangan yang mencapai sekitar 1.700.000 Baht atau sekitar Rp 888 jutaan per unit.
Sebagai informasi, Isuzu pada dasarnya mensubsidi kendaraan ini untuk menarik peserta ke seri balap satu merek (one-make series) yang baru mereka buat.
Kalender balap 2026 akan mencakup tiga event pada bulan Juni, Agustus, dan Oktober di Negeri Gajah Putih.
Namun ada satu catatan truk balap ini tidak legal untuk jalan raya, sehingga harus diangkut ke sirkuit menggunakan trailer atau ditowing.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR