GridOto.com - Penjualan mobil di Indonesia kian memanas dengan serbuan produk-produk dari Cina.
Model, teknologi, fitur dan harga memborbardir pasar tak henti-henti. Juga mengisi pemberitaan dan publikasi di media sosial.
Penjualan meningkat pesat dan berhasil mengambil 14 % market share sepanjang 2025.
Banyak yang memprediksi penjualan mobil Jepang menyusut dan kalah dari mobil Cina. Seakan, runtuhnya mobil Jepang tinggal menunggu hitungan hari.
Namun semudah itukah brand-brand Jepang dikalahkan?
Tentu tidak. Investasi, infrastruktur manufaktur, supply chain, pabrikasi, produk andal, pemahaman terhadap target market, penerimaan pasar serta kepercayaan mendalam dari konsumen justru bisa menjadi tembok penghalang langkah para pemain Cina.
Reputasi mereka dalam menghadapi beragam tantangan tak diragukan lagi.
Hantaman resesi sejak tahun ’60-an, krisis moneter, krisis multidimensi, krisis keuangan global dan pandemi sudah dilewati.
Termasuk ancaman krisis ekonomi dan daya beli dua tahun belakangan tak membuat mereka runtuh.
Kekuatan fundamental inilah yang membuat mereka mampu mengantisipasi kondisi di depan tanpa ada bayang-bayang akan hengkang dari Indonesia.
Pola bisnis inklusif, membuat tantangan dan kesuksesan dihadapi bersama.
Network luas plus produk yang memenuhi kebutuhan membuat posisi brand asal Jepang kokoh mengcengkeram di market Indonesia.
| Editor | : | Iday |
KOMENTAR