Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Pembelian BBM di Malaysia Dibatasi Untuk Asing, Berlaku Mulai 1 April

Ferdian - Minggu, 29 Maret 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi lalu lintas mobil dan motor di negara Malaysia
Varia.id
Ilustrasi lalu lintas mobil dan motor di negara Malaysia

GridOto.com - Pemerintah Malaysia akan lakukan pembatasan penggunaan kartu kredit dan debit asing untuk membeli bahan bakar RON 95 di SPBU mulai pekan depan.

Kebijakan ini bakal diterapkan secara bertahap di seluruh SPBU, dengan sistem yang secara otomatis menyaring transaksi kartu asing di mesin pengisian mulai 1 April 2026.

Direktur Jenderal Penegakan dari Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup Malaysia, Datuk Azman Adam menjelaskan kalau sejumlah perusahaan minyak sudah siap menjalankan sistem baru tersebut.

Nantinya, transaksi menggunakan kartu asing akan langsung terdeteksi dan difilter oleh mesin.

Meski demikian, pengguna kartu asing masih tetap bisa membeli BBM.

Hanya saja, pembayaran harus dilakukan melalui kasir SPBU, tidak lagi langsung di pompa pengisian.

Menurut Azman, kebijakan ini dibuat untuk mempermudah pengawasan, baik oleh operator SPBU maupun pihak berwenang.

Selain itu, langkah ini juga bertujuan memastikan aturan yang berlaku dipatuhi serta mencegah potensi penyalahgunaan bahan bakar RON95.

Baca Juga: Perampokan di SPBU Bekasi, Lima Pegawai Disekat Incar Uang Tunai Rp 130 Juta

Di sisi lain, harga minyak dunia sedang mengalami kenaikan dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan, terutama di kawasan Timur Tengah.

Meski Donald Trump memilih jalur negosiasi dengan Iran, langkah tersebut belum cukup untuk menenangkan pasar.

Melansir Kompas.com, harga minyak mentah AS jenis WTI naik sekitar 5,46 persen menjadi 99,64 dollar AS per barel, sementara minyak Brent menguat 4,22 persen ke 112,57 dollar AS per barel.

Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022, saat konflik antara Rusia dan Ukraina mengguncang pasar energi global.

Salah satu faktor yang terus dipantau adalah situasi di Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia. Ketegangan di wilayah ini membuat pasar tetap waspada.

Bahkan, dua kapal milik China Ocean Shipping Company (COSCO) sempat mencoba melintas, namun akhirnya berbalik arah karena kondisi yang dinilai belum aman.

Baca Juga: Di Tengah Konflik Global, Ini Hitung-hitungan Kebutuhan dan Pasokan BBM RI

Meski begitu, Trump menyebut beberapa kapal tanker masih berhasil melewati jalur tersebut, yang memberi sedikit harapan bahwa pasokan minyak belum sepenuhnya terganggu.

Analis menilai pasar minyak sejauh ini masih cukup kuat menghadapi situasi tersebut. Namun, kondisi ini diperkirakan tidak akan bertahan lama.

Jika ketegangan terus berlanjut, harga minyak bisa kembali bergejolak.

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa