Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Laporan Utama: Maraknya Pasar Mobil Baru Dibayangi Daya Beli Konsumen

Naufal Nur Aziz Effendi - Minggu, 29 Maret 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi pameran otomotif
Dok. OTOMOTIF
Ilustrasi pameran otomotif

GridOto.com - Sektor otomotif roda empat sedang kebanjiran produk baru. Dimulai sejak Agustus dan November tahun lalu. Ini pertanda bagus karena pilihan produk semakin variatif.

Di sektor mobil listrik muncul brand baru, iCAR. Sementara brand lain merilis model dan harga, baik pada saat pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 maupun beberapa hari sebelumnya.

Sebut saja Chery, GAC, GWM, Lepas, VinFast dan Zeekr. Termasuk pemain Jepang yang merilis varian dan harga baru seperti Honda, Mitsubishi, Suzuki dan Toyota. Atau mengumumkan harga bertahan seperti Jetour.

Singkatnya, awal tahun ini sektor roda empat sangat meriah.

Segmen-segmen yang ada mulai diisi satu persatu oleh para pemain. Tak hanya segmen bawah tetapi juga level premium ikut menggeliat di harga Rp 800 juta-1,6 miliar.

Meski demikian, ada satu hal yang tak boleh luput dari perhatian. Yakni seberapa kuat market menyerap aneka macam produk ini.

Bercermin dari kekuatan pasar tahun lalu, beberapa segmen atau kategori mengalami pertumbuhan.

Secara asal produsen, brand Cina berhasil menikmati market 113 ribuan unit.

iCAR V23 OG di IIMS 2026.
Rayhan Haikal/GridOto.com
iCAR V23 OG di IIMS 2026.

Baca Juga: Pasar Mobil Masih Seret, Industri Otomotif Masuk 2026 dengan Banyak Tanda Tanya

Namun pasar total 2025 sebesar 803 ribu unit wholesale mengalami penurunan dari sebelumnya 865 ribu unit, menyiratkan kondisi yang terjadi.

Bukan membuat pasar membesar melainkan ada akuisisi atau caplok-mencaplok konsumen dari brand lain.

Artinya, roda ekonomi berputar berat, masyarakat lebih sulit membeli mobil dan uang yang berputar di sektor ini tidak berkembang.

Kemeriahan pesta mobil baru pun dibayang-bayangi daya beli konsumen. Lalu bagaimana para pemain menyikapinya? (Iday)

Strategi Pabrikan di Tengah Pasar yang dinamis

Pasar otomotif 2026 bagi seluruh produsen kendaraan masih menantang.

Kondisi ini seiring melemahnya daya beli masyarakat, meningkatnya risiko kredit, serta ketidakpastian kelanjutan insentif pemerintah.

Namun demikian, pemerintah tetap optimis penjualan kendaraan roda empat tahun ini akan meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang pada pembukaan IIMS 2026 (5/2/2026) menyebut prediksi penjualan di angka 850 ribu unit atau ada peningkatkan 5,4 persen dibanding 2025.

Baca Juga: Promosi Digeber, IIMS 2026 Targetkan Nilai Transaksi Capai Segini

Bagi pelaku industri memprediksi hal yang hampir senada.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memprediksi pasar otomotif nasional pada 2026 berpotensi lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, menilai kondisi pasar saat ini cukup dinamis sehingga sulit untuk diprediksi secara pasti.

Namun, ia melihat adanya sinyal positif yang membuat proyeksi pasar 2026 berpeluang sedikit lebih baik.

“Sekarang ini sangat sulit untuk memprediksi. Tapi saya merasa situasinya mulai membaik,” ujar Kurita, Kamis (5/2/2026).

Awalnya, Mitsubishi memperkirakan total penjualan mobil nasional pada 2026 akan berada di level yang relatif sama dengan tahun lalu.

Namun, seiring perkembangan kondisi pasar, ia membuka peluang adanya peningkatan volume penjualan, meski tetap realistis dan tidak berlebihan.

“Estimasi awal kami hampir sama seperti tahun sebelumnya, sekitar 800.000 unit atau 830.000 unit,” jelas Kurita.

Atsushi Kurita. Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia
Dok. GridOto
Atsushi Kurita. Presiden Direktur Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia

Baca Juga: MMKSI Tampilkan 10 Mobil di IIMS 2026, Sediakan 4 Unit Test Drive

“Sekarang saya merasa pasar bisa menjadi sedikit lebih baik. Bukan sampai 1 juta unit, tapi mungkin dari 830.000 unit bisa menjadi 850.000 unit atau bahkan mendekati 900.000 unit,” katanya.

Meski demikian, Kurita menegaskan bahwa proyeksi tersebut masih bersifat sementara dan akan terus dikaji ulang.

Ia menyebutkan MMKSI akan melakukan evaluasi lanjutan sebelum menyampaikan pandangan resmi perusahaan.

Di tengah ketidakpastian pasar, MMKSI menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja dan relevansi di 2026.

Beberapa di antaranya adalah perluasan pemanfaatan teknologi digital melalui neural network, kolaborasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta peluncuran produk baru.

"Tahun ini kami akan meluncurkan model berteknologi hybrid," kata Kurita.

Selain fokus pada produk dan teknologi, MMKSI juga menekankan penguatan layanan kepada konsumen melalui filosofi “Passion to Care”.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menatap pasar otomotif nasional 2026 dengan optimisme tinggi.

Meski mencatat penurunan volume penjualan retail sepanjang 2025, Suzuki menargetkan lonjakan pangsa pasar hingga 9,5 persen pada tahun ini.

Baca Juga: Suzuki Tancap Gas di Awal 2026, Penjualan Melonjak 64%, New Carry Masih Jadi Raja

Deputy 4W Sales & Marketing Director SIS, Donny Saputra, mengatakan jika bicara dari 2024 ke 2025, secara overall total market memang turun. Tapi pangsa pasar masih sama.

“Tentunya ya kami ada sedikit koreksi turun,” ujar Donny.

Meski demikian, Suzuki justru melihat kondisi tersebut sebagai pijakan untuk melangkah lebih agresif di 2026.

Dengan berbagai strategi yang telah disiapkan, Suzuki menargetkan peningkatan pangsa pasar yang cukup signifikan.

“Terlepas dari hal tersebut, dengan market share yang sama, kami menatap 2026 ini lebih optimis. Ya kami harapkan di 2026 ini target market share kami di angka 9,5 persen,” kata Donny.

Optimisme tersebut, lanjut Donny, bukan tanpa dasar. Suzuki telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merangsang pasar dan memperkuat loyalitas konsumen.

“Nah kalau bicara optimisme, apa yang kami lakukan, tadi sebetulnya sudah disebutkan ada beberapa strategi,” ujarnya.

Strategi pertama berkaitan dengan penawaran model dan produk baru, termasuk menghadirkan varian-varian anyar yang diharapkan mampu menggairahkan pasar.

Deputy 4W Sales & Marketing Director SIS, Dony Saputra saat acara peluncuran eVitara di IIMS 2026
Suzuki
Deputy 4W Sales & Marketing Director SIS, Dony Saputra saat acara peluncuran eVitara di IIMS 2026

Baca Juga: Harga Suzuki Grand Vitara Naik per Maret 2026, Selisihnya Sampai Segini

Selain itu, Suzuki juga berfokus pada peningkatan kualitas operasional agar pengalaman pelanggan semakin baik.

“Yang kami siapkan di tahun 2026 ini, satu adalah masalah berkaitan dengan penawaran model dan produk baru, dan termasuk varian baru untuk merangsang market,” ucap Donny.

Tidak hanya dari sisi produk, Suzuki juga menaruh perhatian besar pada penguatan jaringan dan kedekatan dengan konsumen.

Perluasan serta optimalisasi jaringan dealer menjadi salah satu kunci untuk menjangkau konsumen secara lebih luas.

“Yang kedua adalah bagaimana kami meng-improve operasional kami, sehingga kepuasan pelanggan semakin tinggi dan tetap kembali ke Suzuki. Kemudian yang ketiga adalah bagaimana kami mendekatkan diri kami, artinya network dan outlet kami lebih dekat lagi pada konsumen secara jaraknya,” jelasnya.

Vice Country Director Chery Business Unit PT Chery Sales Indonesia (CSI), Budi Darmawan, punya pendapat yang sedikit berbeda.

Menurutnya, hingga saat ini arah pasar masih sulit diprediksi secara pasti. Ia berpendapat, market otomotif 2026 akan mirip seperti pencapaian 2025.

“Pagi tadi (pembukaan IIMS, 5 Februari 2026), pak Menteri (Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI) juga sudah menyampaikan prediksinya, mungkin pasar akan maintain seperti tahun 2025, di kisaran 850 ribuan unit,” ujar Budi.

Booth Chery di IIMS 2026
Dok. Chery Sales Indonesia
Booth Chery di IIMS 2026

Baca Juga: Penjualan PHEV Januari 2026 Tembus 502 Unit, Chery Mendominasi

Dengan kondisi pasar yang diperkirakan tidak tumbuh agresif, Chery menyebut fokus pabrikan saat ini adalah memaksimalkan peluang yang ada.

“Target kami sebanyak-banyaknya,” kata Budi.

Adapun salah satu strategi pabrikan asal Cina tersebut adalah menghadirkan produk-produk dengan harga kompetitif di Tanah Air.

Dalam beberapa waktu terakhir, Chery mulai banyak meluncurkan produk hybrid di Indonesia.

Budi menilai, segmen hybrid di tahun ini kemungkinan besar akan tumbuh secara signifikan.

Chery sendiri berencana merebut setidaknya 40 persen market share di segmen hybrid Tanah Air.

"Kalau dari sisi kami, kami menargetkan minimal 40 persen dari total penjualan merupakan kontribusi dari hybrid," paparnya.

Hal yang sama juga diungkap Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors memprediksi penjualan 2026 tidak jauh berbeda dari tahun lalu.

“Ada beberapa segmen yang naik dan ada yang turun,” ungkapnya.

Baca Juga: Wuling Tampilkan Lini Produk Lengkap dan Promo Spesial di IIMS 2026

Ia menyebutkan elektrifikasi saat ini menjadi salah satu strategi pabrikan di tengah dinamika penjualan kendaraan.

“Kalau melihat tren dalam 2 tahun terakhir, mobil listrik dan hybrid tumbuh signifikan. Tahun lalu EV sudah di angka 10 persen dari total penjualan. Saya prediksi tahun ini angka penjualan akan jauh lebih tinggi,” jelas Gomgom.

Bagi Wuling peluncuran mobil baru salah satu strategi untuk terus bertahan di tengah pasar yang kompetitif.

Di ajang IIMS 2026, Wuling mengenalkan produk terbarunya Wuling Eksion adalah model SUV medium 7-seater.

Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors
Iday/GridOto.com
Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors

Produk ini tersedia dalam dua pilihan varian teknologi, yaitu EV (Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).

“Kehadiran produk baru ini untuk mengisi segmen yang semakin diminati SUV,” ulas Gomgom.

Akankah strategi model baru cukup efektif untuk menggairahkan kondisi pasar yang masih belum menentu ini? Kita lihat perkembangannya. (Naufal, Wisnu, Hend)

Artikel ini telah tayang di Tabloid OTOMOTIF Edisi 40-XXXV 12 Februari 2026

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa