GridOto.com – Industri otomotif nasional tahun ini diyakini kembali dihadapkan pada tantangan berat.
Setelah beberapa tahun terakhir mengalami tren penurunan, pasar mobil baru di Indonesia masih dibayangi ketidakpastian ekonomi, kebijakan, hingga daya beli masyarakat.
Buat yang belum tahu, sepanjang 2025 penjualan mobil baru secara ritel tercatat turun sekitar 6,3 persen dibandingkan capaian 2024.
Penurunan lebih dalam terjadi pada kategori wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer, yang merosot sekitar 7,2 persen.
Padahal, performa pasar otomotif pada 2024 sendiri sudah melemah signifikan dibandingkan 2023, dengan penjualan wholesales turun sekitar 13,9 persen dan retail anjlok hingga 10,9 persen.
Terkait kondisi pasar di 2026, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, menilai pergerakan pasar masih cenderung stagnan.
“Ya kalau kita lihat pasar tahun ini mungkin melihat kondisi makroekonomi dan bahkan sepertinya lebih masih stagnant dibandingkan dengan tahun lalu. Namun kita berharap sebenarnya pasar ini bisa bertumbuh tentunya dengan kebijakan-kebijakan dan stimulus yang dibagikan bagi industri otomotif. Itu yang kami harapkan,” ujar Nandi kepada GridOto.com, Jumat (9/1/2026).
Senada dengan Nandi, Wakil Presiden Direktur TMMIN, Bob Azam, menilai prospek industri otomotif pada 2026 akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor penggerak yang saling tarik-menarik.
Menurutnya, kebijakan pemerintah masih menjadi penentu utama pergerakan penjualan kendaraan.
Baca Juga: Penjualan Mobil 2025 Tembus Segini, Merek Ini Masih Jadi Jawara