GridOto.com - Seri kedua MotoGP 2026 selesai digelar di sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna yang berlokasi di Goiania, Brasil, akhir pekan lalu (20-22/3/2026).
Ada beberapa kendala yang terjadi selama event berlangsung, khususnya terkait dengan kondisi sirkuit.
Hal ini membuat beberapa sesi harus tertunda karena sirkuit dianggap mengalami masalah dan harus diperbaiki agar aman.
Paling serius kendala di hari Sabtu, dimana terjadi lubang pada jalan lurus utama yang menunda seluruh sesi balap di hari itu
Pada hari Minggu (22/3), muncul masalah dengan retaknya aspal pada tikungan 11 yang membuat penyelenggara memangkas jumlah lap yang awalnya 31 menjadi 23 lap.
Baca Juga: MotoGP Qatar Resmi Ditunda, Ini Jadwal Lengkap MotoGP 2026 Terbaru
Imbas dari masalah pada kondisi aspal ini membuat para pembalap cukup menderita dalam arti sebenarnya.
Tidak sedikit pembalap mengalami luka memar akibat aspal yang terkelupas dan terlempar ke tubuhnya.
Seperti Alex Rins, pembalap tim pabrikan Yamaha ini mengalami luka memar pada dua jari telunjuknya.
"Saya mengalami memar di jari telunjuk dan jari tengah. Itu jari saya yang gunakan untuk mengerem," aku pembalap berambut keriting ini pada Marca.
Begitu juga Alex Marquez yang mengalami banyak luka memar pada tangan kirinya.
Baca Juga: Komentar Bos Honda Team Asia Saat Ditanya Soal Bakat Veda Ega
"Itu tidak mudah. Ada beberapa bagian lintasan, kondisinya tidak dapat diterima , tetapi itu sama untuk semua orang," sahut Alex.
"Mereka (penyelenggara) memberi tahu kami pada lap pemanasan. Akan lebih baik jika mereka menyuruh kami keluar lebih lambat, dengan begitu kami akan memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri dan mengganti ban," sesalnya.
Penyelenggara memang baru memberi tahu para tim MotoGP terjadi pemangkasan jumlah lap saat semuanya sudah berada di grid start.
Hal ini membuat seluruh tim tidak bisa mengatur ulang volume bahan bakar yang ada di motornya.
Dengan begitu semua pembalap harus memulai balap dengan kondisi tangki penuh meskipun jumlah lap sudah dikurangi.
Tim hanya bisa melakukan penggantian ban di grid dengan waktu yang sangat singkat.
"Jelas, saya tidak senang. Tidak dapat diterima mengetahui hal ini ketika Anda akan memulai balapan. Kita perlu merenungkan hal ini," tutup Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR