GridOto.com - Pasar mobil listrik bekas di Indonesia mulai menunjukkan pergerakan, meski skalanya masih tergolong kecil dibandingkan kendaraan bermesin konvensional.
Hal ini terlihat dari mulai munculnya sejumlah model mobil listrik yang diminati di balai lelang, salah satunya di PT Balai Lelang Serasi (IBID).
Presiden Direktur IBID, Daddy Doxa Manurung, mengatakan beberapa model mobil listrik bekas yang cukup diminati konsumen antara lain Wuling Air ev, Toyota bZ4X, serta Hyundai Ioniq 5.
“Berdasarkan unit mobil listrik yang dilelang di IBID, beberapa model yang cukup diminati antara lain Wuling Air ev, Toyota bZ4X, dan Hyundai Ioniq 5,” ujar Daddy kepada GridOto.com belum lama ini.
Dari hasil lelang yang berlangsung di IBID, ketiga model tersebut memiliki kisaran harga jual yang berbeda tergantung tahun produksi dan kondisi unit.
Untuk Wuling Air ev produksi 2022 hingga 2024, harga yang terbentuk di balai lelang rata-rata berada di kisaran Rp120 jutaan.
Sementara itu, Toyota bZ4X tahun 2022 tercatat terjual dengan harga sekitar Rp 450 jutaan.
Adapun Hyundai Ioniq 5 produksi 2022 rata-rata terjual di kisaran Rp360 jutaan.
“Model-model tersebut umumnya diminati karena sudah cukup dikenal di pasar kendaraan listrik Indonesia,” jelas Daddy.
Baca Juga: Showroom Ungkap Alasan Mobil Listrik Bekas Mulai Diburu Konsumen
Menurutnya, kemunculan mobil listrik bekas di balai lelang tidak lepas dari meningkatnya populasi kendaraan listrik di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.
Unit yang dilelang pun umumnya berasal dari kendaraan operasional perusahaan maupun armada fleet yang masa pakainya telah berakhir.
Meski demikian, tingkat keberhasilan penjualan mobil listrik bekas di balai lelang masih belum setinggi mobil konvensional.
Saat ini, rasio unit yang berhasil terjual di IBID berada di kisaran sekitar 45 persen dari total unit mobil listrik bekas yang dilelangkan.
Dari sisi kontribusi, penjualan mobil listrik bekas juga masih tergolong kecil.
Saat ini porsinya baru sekitar 1 persen dari total kendaraan yang terjual melalui IBID, seiring dengan populasi mobil listrik yang masih terbatas di pasar kendaraan bekas.
Selain itu, nilai jual kembali mobil listrik juga masih menjadi perhatian pasar.
Di balai lelang IBID, depresiasi mobil listrik pada tahun pertama bisa mencapai sekitar 35 hingga 45 persen.
Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan mobil konvensional yang umumnya mengalami penurunan harga sekitar 10 hingga 15 persen per tahun.
Menurut Daddy, tingginya depresiasi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh perkembangan teknologi kendaraan listrik yang berlangsung sangat cepat.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR