Baca Juga: Salah Satu Penguasa Jalur Selatan Jawa, Inilah Sosok Owner Bus PO Budiman
Mobil listrik berukuran kompak ini kala itu mampu menampung lima penumpang dan dibekali motor listrik 20 kWh dengan sumber daya dari baterai lithium-ion yang diimpor dari Amerika Serikat.
Dalam sekali pengisian daya selama sekitar 4-5 jam, mobil listrik Evina tersebut diklaim dapat menempuh jarak hingga 130 kilometer.
Dilansir dari Antara (16/7/12), mobil listrik yang dibuat oleh Dasep dihargai sekitar Rp 200-300 juta.
Menariknya lagi, klaim saat itu menunjukkan biaya konsumsi listrik mobil ini sekitar Rp 50.000,00 - Rp 60.000,00 per bulan.
Biaya tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil yang memakai BBM yang membutuhkan biaya operasional sebesar Rp 300.000,00 - Rp 400.000,00.
Bahkan saat itu, PT Nipress Tbk menyatakan kesiapannya untuk memproduksi baterai jenis Lithium Ferro Phosphate yang rencananya digunakan untuk mobil listrik nasional.
Awalnya, baterai jenis lithium ini baru akan diproduksi oleh Nipress pada tahun 2015 menyusul belum adanya permintaan domestik.
Namun, alih-alih melanjutkan mimpinya mengembangkan mobil listrik nasional, Dasep justru harus menjalani kehidupan di balik jeruji besi.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR