GridOto.com - Banyak pemilik kendaraan termasuk perusahaan, berharap bisa menjual kendaraan bekasnya dengan harga tinggi saat dilepas ke pasaran.
Untuk mewujudkannya, ada dua trik yang bisa dilakukan agar harga mobil tetap tinggi saat dijual.
Pertama, trik yang bisa dilakukan dengan menjual mobil pada waktu yang tepat agar harga jual tidak terlalu turun drastis.
"Banyak perusahaan dan pemilik kendaraan baru menjual ketika biaya sudah tinggi dan nilainya turun jauh. Padahal dengan data yang tepat, keputusan bisa diambil lebih cepat dan jauh lebih menguntungkan," jelas Ardy Alam, CEO Garasi.id, penyedia layanan darurat, pengecekan mobil dan perawatan mobil.
Banyak pemilik mobil atau perusahaan yang terlambat menjual mobil karena merasa kondisinya masih layak pakai.
Baca Juga: Bukan Cuma Sokbreker Rusak, Ini Penyebab Bunyi Jedug di Kolong Mobil Bekas
Padahal, semakin tua usia kendaraan, nilai jualnya terus menurun dan biaya perawatan justru meningkat.
Karena memasuki usia 4-5 tahun, mobil biasanya mulai membutuhkan penggantian berbagai komponen, biaya servis lebih besar, hingga risiko alami kerusakan lebih serius.
Akibatnya, pemilik kendaraan mengalami dua kerugian sekaligus, yakni nilai aset turun dan biaya operasional naik.
Sebagai gambaran, mobil yang dibeli seharga Rp 250 juta masih bisa memiliki nilai jual sekitar Rp 140-150 juta saat berusia 4 tahun.
Namun jika baru dijual saat usia 6-7 tahun, nilainya bisa turun hingga Rp 90-110 juta.
Selain menentukan waktu yang tepat, kondisi kendaraan juga sangat berpengaruh terhadap harga jual.
Baca Juga: Intip Daftar Harga Mobil Bekas Mitsubishi Xpander 2018, Exceed M/T Cuma Segini
Sayangnya, banyak penjual kesulitan mempertahankan harga karena tidak memiliki data kondisi mobil yang lengkap.
Padahal calon pembeli biasanya ingin mengetahui riwayat kendaraan, kondisi mesin, kaki-kaki, hingga apakah mobil pernah mengalami tabrakan atau banjir.
Makanya, jika yakin kondisi mobil masih bagus dan layak mendapatkan harga tinggi, penggunaan jasa inspeksi kendaraan bisa jadi salah satu trik jitu yang bisa diterapkan.
Dengan laporan inspeksi yang detail, penjual memiliki bukti kondisi kendaraan secara objektif sehingga proses negosiasi lebih mudah dan kepercayaan calon pembeli meningkat.
"Sering kali harga mobil ditekan bukan karena kondisinya buruk, tetapi karena penjual tidak memiliki data yang bisa membuktikan kondisi kendaraan secara profesional," jelas Ardy yang punya layanan inspeksi kendaraan hingga 170 titik pengecekan.
Menurutnya, laporan inspeksi dapat membantu penjual mempertahankan nilai kendaraan sehingga peluang mendapatkan harga jual lebih tinggi menjadi lebih besar.
Jadi, jika ingin mobil bekas laku dengan harga optimal, jangan hanya fokus pada kondisi fisik kendaraan.
Pastikan juga waktu penjualan tepat dan lengkapi dengan laporan inspeksi yang kredibel agar nilai jualnya tetap terjaga.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR