Gridoto.com - Selama berpuasa tantangan yang kita hadapi bukan cuma menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga fokus saat di jalan raya.
Sobat GridOto pernah nggak merasa otak agak "lemot" saat berkendara siang hari, dan sangat tidak sabar ingin cepat sampai rumah saat menjelang buka?
Hal itu memang bisa terjadi lantaran asupan nutrisi di tubuh kita yang memang sangat terbatas.
Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, menjelaskan reflek tubuh memang bisa lebih lambat ketika puasa.
"Secara fisik kita mungkin merasa mampu, namun secara biologis, kadar gula darah yang menurun membuat otak bekerja lebih lambat dalam memproses informasi," kata Oke dalam keterangan resminya.
"Waktu reaksi kita yang biasanya 0,5 detik bisa membengkak menjadi 1 detik atau lebih, dalam kecepatan tinggi selisih setengah detik itu adalah penentu antara selamat atau celaka," sambungnya.
Selain reflek yang menurun, masih menurut Oke, ada juga jam rawan yang harus diwaspadai selama kita menjalani puasa.
Salah satu jam paling rawan adalah di sore hari, di waktu ngabuburit atau menjelang berbuka puasa.
"Perut kosong dan konsentrasi berada di level terendah, sementara volume kendaraan meningkat karena semua orang ingin cepat sampai rumah untuk berbuka," terangnya.
Baca Juga: Awas Gagal Fokus, Ini Tips Aman Berkendara Motor Saat Puasa Ramadan
Kondisi itu masih diperparah dengan kondisi jalan yang makin padat berkat banyaknya pedagang dan pembeli yang bertransaksi di pinggir jalan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain sore hari, pagi hari atau pasca sahur juga bisa menjadi jam rawan jika tak fokus berkendara.
Itu disebabkan oleh rasa kantuk akibat perubahan jam tidur yang sering kali memicu micro-sleep.
Oke pun menyarankan untuk selalu memahami kapasitas fisik diri sendiri.
"Jika mata mulai terasa berat atau fokus sering terpecah, jangan ragu untuk menepi di masjid atau rest area terdekat. Istirahat 10-15 menit jauh lebih berharga daripada memaksakan diri," terangnya.
Kemudian menambah jarak aman juga tak kalah penting demi alasan keselamatan.
"Karena waktu reaksi otak melambat saat puasa, tambahkan jarak aman dengan kendaraan di depan, jika biasanya 3 meter, buatlah menjadi 5 meter. Terakhir adalah hindari Manuver agresif yang hanya akan menguras energi fisik dan memancing emosi," tutupnya.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR