Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Agrinas Dilarang Ngeyel, DPR Instruksikan Impor 105.000 Mobil Pikap India Segera Dihentikan

Irsyaad W - Jumat, 27 Februari 2026 | 12:00 WIB
Penampakan beberapa Mahindra Scorpio asal India pesanan Agrinas untuk Kopdes Merah Putih sudah terparkir di pelabuhan Tanjung Priok
Dok. Istimewa/Kompas.com
Penampakan beberapa Mahindra Scorpio asal India pesanan Agrinas untuk Kopdes Merah Putih sudah terparkir di pelabuhan Tanjung Priok

GridOto.com - PT Agrinas Pangan Nusantara dilarang ngeyel, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) instruksikan impor 105.000 mobil pikap India segera dihentikan.

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono menyampaikan, pemerintah dan DPR akan duduk bareng dalam membahas polemik impor 105.000 mobil pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hal tersebut disampaikan dalam menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad yang meminta rencana impor tersebut untuk ditunda terlebih dahulu.

"Saya menyampaikan keputusan dari Pak Sufmi Dasco Ahmad sebagai pimpinan DPR RI yang minta penundaan itu, kita apresiasi dan merupakan langkah yang tepat untuk tidak kemudian menimbulkan kontroversi yang lebih jauh," ujar Ferry dalam program Rosi di Kompas TV, (26/2/26).

"Nanti pada saatnya kita akan bisa duduk bareng untuk bisa mencarikan solusi yang terbaik," sambungnya.

Selain dari DPR, Ferry menjelaskan pihaknya telah mendengarkan pandangan dari banyak pihak seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), industri otomotif nasional, hingga serikat buruh terkait impor 105.000 mobil pikap dari India.

"Mereka menyampaikan untuk dipertimbangkan tentang pengadaan mobil ini juga bisa mengakomodir industri otomotif nasional," ujar Ferry.

Baca Juga: Kontrak Fantastis, Agrinas Borong 105.000 Mobil India Buat Koperasi Merah Putih

Mahindra Scorpio Pik Up
Harun / GridOto.com

"Semata-mata tidak hanya soal sekedar lebih murah, tetapi juga untuk tetap mempertahankan atau justru bahkan kita bisa mengembangkan industri otomotif nasional kita, industrinya plus buruh dan pekerjanya," sambungnya.

Kendati demikian, Ferry menjelaskan pengadaan mobil dari India tersebut merupakan bagian dari semangat Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo, kata Ferry, ingin agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didukung oleh kendaraan untuk menunjang operasionalnya.

"Kendaraan yang memang oleh Presiden diamanatkan setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini disediakan kendaraan operasional, ada truk, ada pikap, ada kemudian kendaraan motor. Yang gunanya untuk memperlancar arus mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa," ujar Ferry.

Diketahui, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India untuk operasional koperasi desa (Kopdes) Merah Putih.

"Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri," ujar Dasco ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, (23/2/26) mengutip Kompas.com.

Menurut Dasco, penundaan tersebut sebaiknya dilakukan sampai ada pembahasan lebih detail soal rencana tersebut bersama Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Agrinas Belanja 105.000 Pikap dan Truk India, Produsen Lokal dan Menperin Prihatin

Dasco meyakini Prabowo nantinya juga akan meminta berbagai masukan dari pelaku usaha dalam negeri, sekaligus memperhitungkan kesiapan industri tanah air.

"Tentunya presiden pada saat pulang akan membahas detail-detail mengenai impor tersebut. Dan tentunya juga presiden akan meminta pendapat dan mengkalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri. Nah sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu," ujar Dasco.

Diberitakan sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) menyatakan tengah mengimpor 105.000 unit mobil dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Impor itu terdiri dari 35.000 unit mobil pikap 4x4 dari produsen Mahindra & Mahindra Ltd (M&M), serta 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.

Editor : Hendra

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa