GridOto.com - Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan siap membatalkan impor mobil dari India.
Ini akan dilakukan kalau memang diperintahkan pemerintah, meski perusahaan harus menanggung risiko bisnis seperti denda.
Seperti diketahui, Agrinas sedang mengimpor 105.000 unit kendaraan dari India untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Rinciannya, 35.000 unit pikap 4x4 dipesan dari Mahindra & Mahindra Ltd., serta 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.
Total nilai kontrak impor itu mencapai Rp 24,66 triliun.
Joao menjelaskan, kontrak pembelian sudah diteken dan perusahaan telah membayar uang muka (down payment) sebesar 30 persen atau sekitar Rp 7,39 triliun.
Ia mengaku optimistis kerja sama ini tidak akan dibatalkan, sehingga sejak awal tidak mempertimbangkan kemungkinan adanya penalti pembatalan.
Baca Juga: KSPN Desak Pengadaan 105.000 Mobil India Agrinas Dibatalkan, Dinilai Tak Logis
Menurutnya, keputusan impor diambil dengan itikad baik karena harga yang diperoleh dalam kontrak dinilai jauh lebih murah dibandingkan harga kendaraan sejenis di dalam negeri.
Melansir Kompas.com, ia meyakini jika ada perbedaan pandangan atau kesalahpahaman, hal tersebut bisa diselesaikan melalui penjelasan.
Meski begitu, Joao menegaskan akan tetap mengikuti keputusan pemerintah dan DPR.
Jika memang diminta untuk membatalkan impor, ia siap menjalankannya dan menanggung segala konsekuensi, termasuk jika digugat oleh pihak pemasok.
Saat ini proses impor masih berjalan dan sebagian unit sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.
Agrinas menargetkan sekitar 1.000 unit pikap sudah tiba di Indonesia pada akhir Februari.
Namun, penggunaan kendaraan yang sudah datang pun akan menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah dan DPR.
Jika diminta untuk tidak digunakan, maka kendaraan tersebut tidak akan dipakai.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR