GridOto.com Pemerintah Indonesia memastikan tidak akan melakukan impor pembelian bensin oktan tinggi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah menyetop impor bensin yang RON 92, 95, 98.
"Kita akan selesaikan nanti di akhir 2027," jelas bahlil dalam rapat dengar pendapat bersama DPR Kamis (22/1).
Ia mengatakan langkah ini dilakukan melalui penguatan kebijakan bioenergi dan optimalisasi kilang.
"Jadi tinggal kita impor itu yang RON 90 saja yang untuk subsidi itu untuk BBM," tegas Bahlil.
Sebelumnya, pada tahun ini pemerintah telah melakukan penyetopan impor Solar.
"Dengan produksi sekarang di Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, akumulasi konsumsi B40 totalnya sekarang kita surplus kurang lebih sekitar 1,4 juta kiloliter," bilangnya.
Baca Juga: RDMP Balikpapan Diresmikan, Target Produksi BBM Naik dan Impor Menyusut
Sebagai bagian dari penguatan kebijakan bioenergi nasional, Kementerian ESDM juga tengah melaksanakan uji bahan bakar biodiesel dengan kadar campuran lebih tinggi ,termasuk B50 untuk mesin diesel.
Hasil uji tersebut akan menjadi dasar pengembangan kebijakan mandatori biodiesel ke depan, dengan tetap memperhatikan aspek teknis, keekonomian, serta kesiapan infrastruktur dan industri pendukung.
Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) RON 92 nasional mencapai 8,7 juta kilo liter per tahun , ditambah RON 95 dan 98 sekitar 650 ribu kiloliter.
Dengan beroperasinya kilang RDMP Balikpapan menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan setara Euro V dan meningkatkan produksi BBM bensin yang akan menggantikan BBM impor.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR