Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Jumlah Ribuan, Tapi CCTV di Jakarta Tidak Bisa Diakses Bebas Warga Karena Alasan Ini

Irsyaad W - Kamis, 19 Februari 2026 | 18:00 WIB
CCTV di Jakarta kini sudah tidak bisa diakses warga secara bebas
Lidia Pratama Febrian/Kompas.com
CCTV di Jakarta kini sudah tidak bisa diakses warga secara bebas

GridOto.com - Setiap sudut Jakarta kini diawasi kamera CCTV yang jumlahnya sudah ribuan.

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta saja tercatat mengawasi 2.988 CCTV di Ibu Kota.

Namun masalahnya, warga tak bisa mengakses bebas kamera pemantau itu, meski dengan alasan melihat arus lalu lintas.

Lantas apa alasan warga sudah tidak bisa bebas mengakses CCTV Jakarta?

Sebagai info, ruang kontrol kamera pengawas tersebut berada sebuah ruangan di lantai 13 Blok H Balai Kota DKI Jakarta.

Dalam ruangan tersebut berderet layar-layar besar menampilkan puluhan sudut Kota Jakarta secara real-time.

Pada layar tersebut, terlihat kendaraan melintas di persimpangan, pejalan kaki menunggu lampu hijau, hingga pelat nomor kendaraan yang dapat ditangkap kamera beresolusi tinggi.

Mengenai alasan warga sudah tidak diberi akses bebas ke CCTV, dijelaskan Kanit Pengelola Jasa Sistem Elektronik (PJSE) Diskominfotik DKI Jakarta, Aditia Prana Kusuma.

Ia mengatakan, keputusan pembatasan akses CCTV bukan tanpa alasan.

"Ada beberapa pertimbangan utama," ujar Aditia saat berbincang di ruang pemantauan CCTV Diskominfotik Balai Kota, Jakarta Pusat, (11/2/26) menukil Kompas.com.

Baca Juga: Modal Smartphone, Cara Cek CCTV Jalanan Ternyata Gampang, Harus Tahu Biar Mudik Lebaran Lancar

Kanit Pengelola Jasa Sistem Elektronik (PJSE) Diskominfotik DKI Jakarta, Aditia Prana Kusuma di ruang kontrol CCTV lantai 13 Blok H Balai Kota DKI Jakarta.
Lidia Pratama Febrian/Kompas.com
Kanit Pengelola Jasa Sistem Elektronik (PJSE) Diskominfotik DKI Jakarta, Aditia Prana Kusuma di ruang kontrol CCTV lantai 13 Blok H Balai Kota DKI Jakarta.

Pertama, berkaitan dengan perlindungan data pribadi sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Rekaman CCTV berpotensi memuat informasi yang dapat disalahgunakan jika diakses secara bebas.

Kedua, pembukaan akses publik berisiko menimbulkan lonjakan trafik jaringan pada titik tertentu yang justru dapat mengganggu pemantauan pimpinan saat terjadi kondisi darurat.

Ketiga, terdapat potensi penyalahgunaan oleh pelaku kriminal untuk memetakan titik buta pengawasan kota.

"Karena itu akses publik ditutup, tetapi instansi terkait tetap dapat memantau melalui dashboard internal," paparnya.

Meski akses langsung tidak dibuka, masyarakat tetap memiliki jalur resmi untuk memperoleh rekaman ketika dibutuhkan, misalnya untuk kepentingan hukum atau kejadian tertentu.

Menurut Aditia, rekaman video CCTV umumnya tersimpan sekitar 14 hari, sementara data pengenalan pelat nomor kendaraan (license plate recognition/LPR) dapat tersimpan lebih lama karena berbentuk teks dan gambar.

Permintaan rekaman harus mengikuti prosedur dan standar operasional yang berlaku.

"Bisa diakses jika dibutuhkan, nanti menyesuaikan SOP," tutur Aditia.

Dari sisi infrastruktur, jumlah kamera yang dikelola Diskominfotik cukup banyak.

Baca Juga: Tenang Bukan Intel, Ada Abang Ojol Grab Gendong Kamera Besar Untuk Tujuan Ini

Kamera CCTV di wilayah Jakarta kini  sudah tidak bisa diakses bebas warga
Lidia Pratama Febrian/Kompas.com
Kamera CCTV di wilayah Jakarta kini sudah tidak bisa diakses bebas warga

Aditia menyebut terdapat sekitar 1.494 titik CCTV dengan dua kamera di setiap titik, sehingga totalnya mencapai sekitar 2.988 kamera.

Jumlah ini belum termasuk kamera dari program corporate social responsibility (CSR) yang sedang diupayakan untuk diintegrasikan.

Pengelolaan CCTV di Jakarta sendiri melibatkan banyak instansi, termasuk kepolisian dan dinas perhubungan, misalnya untuk sistem electronic traffic law enforcement (ETLE).

"Pimpinan menginginkan seluruh sistem terintegrasi, tetapi saat ini masih tahap inisiasi karena sebagian pengelolaan masih bersifat silo," ujar dia.

Diskominfotik melakukan monitoring setiap hari berdasarkan service level agreement (SLA).

Bila terjadi gangguan, perbaikan segera diajukan. Kerusakan biasanya disebabkan oleh gangguan listrik, jaringan, atau faktor teknis lain.

Seluruh status kamera dapat dipantau melalui dashboard, termasuk yang mati maupun yang telah kembali normal.

Dari ribuan kamera tersebut, tercatat sekitar 64 CCTV yang mengalami gangguan dan menunggu perbaikan.

Selain faktor teknis, Aditia mengungkapkan pencurian perangkat CCTV juga pernah terjadi, termasuk saat aksi demonstrasi ketika kamera dicabut dari tiang.

"Pelaku tetap bisa teridentifikasi karena wajah mereka sudah terekam," jelas dia.

Baca Juga: Mata-mata Kecepatan Mobil di Jalan Tol Makin Canggih, Pelaku Langsung Ditampilkan ke Layar Besar

Pantauan CCTV di depan gedung DPR RI Jakarta
smartcity.jakarta.go.id
Pantauan CCTV di depan gedung DPR RI Jakarta

Menurut Aditia, CCTV memiliki peran penting sebagai 'mata-mata' kota yang mampu merekam kejadian dan dapat diputar ulang ketika dibutuhkan.

Banyak kasus kriminal maupun kecelakaan dapat ditelusuri melalui rekaman tersebut.

Aparat kepolisian juga kerap meminta data ketika terjadi peristiwa tertentu.

Meski Diskominfotik bukan penegak hukum, dashboard pemantauan dapat diakses sejumlah instansi terkait untuk kebutuhan operasional.

"CCTV bukan pajangan. Fungsi utamanya rekam jejak kejadian untuk menjaga keamanan dan ketertiban," ujar Aditia.

Selain pemerintah provinsi, pengawasan juga dilakukan di tingkat wilayah.

Kepala Satpol PP Jakarta Pusat, Purnama Hasudungan Pangabean mengatakan, terdapat 20 titik CCTV yang dipantau di wilayahnya,

"Tanah Abang, Menteng, Johar Baru, Gambir, dan Sawah Besar," kata Purnama saat dihubungi.

Menurut dia, seluruh kamera dalam kondisi aktif dan dipantau anggota setiap hari dari pagi hingga sore.

Penelusuran melalui laman smartcity.jakarta.go.id menemukan sekitar 47 tautan CCTV yang tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Bendungan Hilir, GBK, Asia Afrika, Tanjung Duren, Tomang, Menteng, hingga Pintu Air Manggarai.

Baca Juga: Waspada, Sekitar Flyover Cibinong Kini Diawasi Intel Canggih Polisi 24 Jam

Selain itu, aplikasi Molecool juga menampilkan siaran langsung sejumlah titik lalu lintas, di antaranya Gambir 013, Bendungan Hilir 001, dan Cempaka Putih Barat 003, sebagian berasal dari kamera berbasis CSR.

Di sisi lain, persepsi warga terhadap CCTV tidak sepenuhnya sejalan dengan klaim efektivitas.

Aurelia (29), karyawan swasta di Gambir, mengetahui keberadaan kamera di sejumlah persimpangan, tetapi tidak merasakan dampak signifikan.

"Tahu ada, tapi tidak terlalu terasa pengaruhnya dalam aktivitas sehari-hari," ujar Aurelia.

Ia menilai CCTV lebih berguna setelah kejadian, bukan sebagai pencegahan langsung.

Pandangan serupa disampaikan Kenand (30) di Gondangdia.

"Manfaatnya lebih ke bahan bukti setelah kejadian. Untuk mencegah langsung, mungkin tidak terlalu terasa," ujar dia.

Keduanya menekankan pentingnya perawatan kamera serta keterbukaan informasi agar rasa aman masyarakat meningkat.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa