Sementara Nevo Q05 menjalani pengujian Adaptive Cruise Control (ACC) di permukaan licin. Sistem mampu mendeteksi hambatan dan melakukan pengereman darurat secara terkendali.
Baca Juga: Modifikasi Changan Lumin Tampil Nyentrik di IIMS 2026, Bikin Pengunjung Melongo
Pengujian ini dilakukan di jalan alami bersuhu ekstrem, bukan sekadar simulasi laboratorium.
Modal Rp 6,7 Triliun Buat Jalur Uji
Di balik klaim keamanan tersebut, Changan mengandalkan fasilitas uji sendiri yang tidak main-main.
Mereka membangun Western Automotive Proving Ground dengan luas sekitar 2,33 kilometer persegi dan investasi lebih dari 3 miliar Yuan atau sekitar Rp 6,7 triliun.
Fasilitas ini punya 14 jalur uji khusus dan lebih dari 70 jenis permukaan jalan berbeda. Total jarak pengujian tahunannya tembus 20 juta kilometer.
Untuk pengujian berbasis perangkat lunak, Changan juga mengoperasikan Changan SDA Lab yang disebut sebagai Laboratorium Nasional Utama Tiongkok untuk Teknologi Keamanan Kendaraan Cerdas.
Di sini, lebih dari 400.000 skenario simulasi virtual dijalankan, dengan jarak tempuh simulasi harian mencapai 3,3 juta kilometer.
Pengujian Global, Bukan Cuma di China
Global Testing Season 2026 tidak berhenti di Mongolia Dalam. Asia Tenggara akan jadi lokasi uji daya tahan kelembaban tinggi.
Baca Juga: Drama Harga Mobil Listrik Changan Naik, Lalu Turun di IIMS 2026
Pegunungan Alpen Eropa dipilih untuk penyetelan sasis di dataran tinggi.
Eurasia akan jadi arena pengujian musim dingin lanjutan, sementara Amerika Latin dipakai untuk tes jarak jauh lintas negara bagian Meksiko dari Cancun ke Merida.
Dengan strategi ini, Changan ingin memastikan teknologi yang diuji di berbagai kondisi ekstrem benar-benar siap dipakai harian oleh konsumen global.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR