Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Memang Naik, Ini Perbandingan Pajak Kendaraan di Jateng Sebelum dan Setelah Ada Opsen

Irsyaad W - Selasa, 17 Februari 2026 | 10:01 WIB
Gara-gara Opsen Pajak, masyarakat di Jawa Tengah suarakan Stop Bayar Pajak.
Istimewa
Gara-gara Opsen Pajak, masyarakat di Jawa Tengah suarakan Stop Bayar Pajak.

GridOto.com - Geger gerakan Stop Bayar Pajak yang digaungkan warga Jawa Tengah.

Para pemilik kendaraan merasa ada kenaikan tarif signifikan setelah Opsen pajak berlaku.

Diketahui, tarif opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 66 persen dari pokok sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD).

Aturan tersebut berlaku mulai 5 Januari 2025, berikut dengan kenaikan tarif PKB yang harus dibayarkan oleh masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membantah ada kenaikan pajak kendaraan bermotor di 2026.

Pasalnya, tarif yang ditetapkan sama seperti tahun lalu (2025) begitu juga dengan tarif opsennya.

Hanya saja, tahun lalu masyarakat tidak merasakan ada beban tambahan karena ada keringanan.

Baca Juga: Gerakan Stop Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Serius, Gubernur Ahmad Luthfi Didesak Lakukan Ini

Kolom opsen PKB dan BBNKB sudah bertambah di kolom pajak STNK kendaraan bermotor
Irsyaad W/GridOto
Kolom opsen PKB dan BBNKB sudah bertambah di kolom pajak STNK kendaraan bermotor

Seperti program Jateng Merah Putih berlangsung 5 Januari sampai 31 Maret 2025, dan disusul Program Pemutihan Pajak pada 8 April sampai 30 Juni 2025.

Lantas, berapa kenaikan pajak total yang harus dibayarkan masyarakat ketika tak ada keringanan?

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan besaran pajak kendaraan tahun ini tidak lebih tinggi dibandingkan 2025.

"Kami menegaskan, posisi di tahun 2026 dibandingkan tahun 2025 untuk pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah tidak ada kenaikan," ucap Sumarno di Kantor Gubernur Jawa Tengah, dikutip dari Kompas.com, (14/2/26).

Pajak kendaraan pada awal 2025 terasa lebih ringan karena Pemprov Jawa Tengah memberikan program keringanan.

Tarif PKB di Jawa Tengah dihitung sebesar 1,74 persen dari nilai jual kendaraan bermotor atau NJKB yang terdiri dari tarif provinsi sebesar 1,05 persen dan opsen pajak sebesar 66 persen.

Penerapan opsen tidak lantas membuat pajak naik menjadi 66 persen, tapi di Jawa Tengah kenaikannya dari 1,50 persen (sebelum ada opsen) menjadi 1,74 persen dari NJKB.

Baca Juga: Tepis Kenaikan Pajak Kendaraan 2026, Pemprov Jateng Malah Siapkan Kejutan Ini

Berdasarkan unggahan akun Instagram @bapenda_jateng, berikut simulasi perbandingan pembayaran sebelum dan setelah adanya opsen pajak kendaraan bermotor.

Sebelum sda Opsen total pajak yang harus dibayarkan untuk kendaraan dengan NJKB Rp 100.000.000, adalah Rp 1.575.000.

Setelah ada opsen menjadi Rp 1.830.000. Artinya, ada kenaikan Rp 255.000 atau 16,1 persen.

Untuk meringankan masyarakat lagi, Gubernur Jawa Tengah sedang mengkaji rencana relaksasi atau diskon PKB sebesar kurang lebih 5 persen dari total pajak yang harus dibayarkan pada tahun 2026 ini.

Editor : Hendra

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa