Lantas, berapa kenaikan pajak total yang harus dibayarkan masyarakat ketika tak ada keringanan?
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan besaran pajak kendaraan tahun ini tidak lebih tinggi dibandingkan 2025.
"Kami menegaskan, posisi di tahun 2026 dibandingkan tahun 2025 untuk pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah tidak ada kenaikan," ucap Sumarno di Kantor Gubernur Jawa Tengah, dikutip dari Kompas.com, (14/2/26).
Pajak kendaraan pada awal 2025 terasa lebih ringan karena Pemprov Jawa Tengah memberikan program keringanan.
Tarif PKB di Jawa Tengah dihitung sebesar 1,74 persen dari nilai jual kendaraan bermotor atau NJKB yang terdiri dari tarif provinsi sebesar 1,05 persen dan opsen pajak sebesar 66 persen.
Penerapan opsen tidak lantas membuat pajak naik menjadi 66 persen, tapi di Jawa Tengah kenaikannya dari 1,50 persen (sebelum ada opsen) menjadi 1,74 persen dari NJKB.
Baca Juga: Tepis Kenaikan Pajak Kendaraan 2026, Pemprov Jateng Malah Siapkan Kejutan Ini
Berdasarkan unggahan akun Instagram @bapenda_jateng, berikut simulasi perbandingan pembayaran sebelum dan setelah adanya opsen pajak kendaraan bermotor.
Sebelum sda Opsen total pajak yang harus dibayarkan untuk kendaraan dengan NJKB Rp 100.000.000, adalah Rp 1.575.000.
Setelah ada opsen menjadi Rp 1.830.000. Artinya, ada kenaikan Rp 255.000 atau 16,1 persen.
Untuk meringankan masyarakat lagi, Gubernur Jawa Tengah sedang mengkaji rencana relaksasi atau diskon PKB sebesar kurang lebih 5 persen dari total pajak yang harus dibayarkan pada tahun 2026 ini.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR