Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Subsidi Hilang Mobil Listrik Tetap Laku, Ini Kata Para Bos Otomotif

M. Adam Samudra - Selasa, 10 Februari 2026 | 17:30 WIB
Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) kembali menggelar Dialog Industri Otomotif Nasional untuk kelima kalinya
Adam Samudra
Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) kembali menggelar Dialog Industri Otomotif Nasional untuk kelima kalinya

GridOto.com - Indonesia Center for Mobility Studies (ICMS) kembali menggelar Dialog Industri Otomotif Nasional untuk kelima kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024.

Pada tahun ini dialog mengangkat tema “Insentif EV Dihapus, Kemana Arah Masa Depan Industri Otomotif di Indonesia?”

Diskusi tersebut mempertemukan pelaku industri otomotif, pengamat ekonomi, hingga media nasional untuk membahas dampak perubahan kebijakan fiskal kendaraan listrik terhadap keberlanjutan industri otomotif nasional.

Acara ini menghadirkan Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian, Patia Jungjungan Monangdo, sebagai keynote speaker.

Sejumlah panelis turut hadir, di antaranya Rudy MF dari Dyandra Promosindo selaku penyelenggara IIMS 2026, Josua Pardede (Pengamat Ekonomi Senior Perbanas), Davy Tuilan (Deputy CEO of Sales & Network Development VinFast Indonesia), Constantinus Herlijoso (Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia), serta Rian Erlangga (Business Strategy Division Head Isuzu Indonesia).

ICMS menegaskan bahwa industri otomotif masih menjadi sektor strategis dalam perekonomian nasional.

Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan manufaktur dan investasi, industri ini juga memiliki efek berganda terhadap sektor logistik, energi, pembiayaan, infrastruktur, hingga penciptaan lapangan kerja.

Tema dialog tahun ini dipilih seiring dinamika pasar otomotif sepanjang 2025.

Secara total, penjualan kendaraan bermotor nasional mengalami penurunan akibat tekanan daya beli dan kondisi ekonomi global.

Baca Juga: Toyota Berharap Insentif Tak Hanya untuk Mobil Listrik, Tapi Semua Powertrain

Namun, di sisi lain, segmen kendaraan listrik justru mencatat pertumbuhan signifikan.

Sepanjang 2025, penjualan kendaraan listrik nasional meningkat sekitar 70 persen menjadi 175 ribu unit.

Pertumbuhan paling besar terjadi pada segmen Battery Electric Vehicle (BEV) yang naik dari 43 ribu unit pada 2024 menjadi 104 ribu unit pada 2025, atau tumbuh sekitar 141 persen.

Capaian tersebut dinilai tidak lepas dari peran insentif fiskal yang selama ini diberikan pemerintah.

Insentif seperti PPN Ditanggung Pemerintah dan pembebasan bea masuk dinilai berhasil menekan harga jual, meningkatkan minat beli, serta membangun kepercayaan konsumen terhadap teknologi kendaraan listrik.

Namun, industri otomotif akan memasuki fase baru pada 2026.

Pemerintah berencana menghentikan sebagian insentif kendaraan listrik per 31 Desember 2025, termasuk PPN DTP sebesar 10 persen serta pembebasan bea masuk 0 persen untuk kendaraan listrik impor dalam bentuk CBU dan CKD.

Kebijakan ini berpotensi mendorong kenaikan harga kendaraan listrik di pasar.

Sementara itu, sejumlah insentif lain seperti PKB, BBNKB, dan PPnBM 0 persen dipastikan tetap berlanjut.

Perubahan kebijakan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan strategis, terutama terkait bagaimana menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik tanpa sokongan insentif fiskal besar.

Diskusi ICMS juga menyoroti pentingnya kebijakan lanjutan guna menjaga keberlanjutan investasi dan percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Tak hanya membahas kendaraan listrik, forum ini juga menyoroti peran strategis kendaraan niaga sebagai tulang punggung logistik nasional.

Penguatan segmen kendaraan niaga dinilai krusial untuk menjaga efisiensi rantai pasok dan pemerataan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan berbagai pihak atas penyelenggaraan dialog ini.

“Kami menyambut dengan gembira bahwa Dialog Industri Otomotif Nasional mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dyandra Promosindo yang menjadikan forum ini sebagai bagian dari agenda tahunan Indonesia International Motor Show," ujar Munawar Chalil di Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

"Dukungan ini menunjukkan adanya kesamaan visi untuk menjaga keberlanjutan dialog yang konstruktif bagi masa depan industri otomotif nasional,” sambung Munawar Chalil.

Munawar menegaskan, ICMS berkomitmen menjaga posisinya sebagai lembaga yang netral, inklusif, dan independen.

“Melalui forum ini, kami berharap dapat terus berkontribusi terhadap perkembangan industri otomotif nasional, meningkatkan pemahaman masyarakat luas mengenai perkembangan teknologi dan manfaatnya bagi kehidupan, serta mendorong perumusan arah kebijakan yang relevan bagi industri dan selaras dengan visi jangka panjang pemerintah,” tutupnya.

Dialog ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendukung target pemerintah mencapai 600.000 kendaraan listrik pada 2030 serta target Net Zero Emission 2060.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa