GridOto.com – Kejelasan insentif kendaraan elektrifikasi di Indonesia hingga kini masih belum menemui titik terang.
Pemerintah belum memberikan kepastian terkait kelanjutan stimulus untuk kendaraan listrik, baik mobil listrik murni (BEV) maupun teknologi elektrifikasi lainnya.
Kondisi tersebut membuat pelaku industri otomotif masih menunggu arah kebijakan yang jelas, terutama untuk menjaga pertumbuhan pasar otomotif nasional yang belakangan menunjukkan tren penurunan.
PT Toyota-Astra Motor (TAM) sebagai salah satu pelaku industri berharap adanya stimulus dari pemerintah, yang tidak hanya terbatas pada satu jenis teknologi powertrain.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Vice President PT Toyota-Astra Motor (TAM), Henry Tanoto, di sela-sela acara New Year Media Gathering, Senin (27/1/2026).
“Kalau bisa ya sebenarnya untuk semua powertrain, jadi enggak harus hybrid aja, bisa ICE, bisa juga BEV, tapi intinya adalah bagaimana bisa mendorong market kita itu bisa tumbuh, itu yang saya rasa penting,” jelasnya.
Namun, secara umum Henry menyebut bahwa harapan utama Toyota adalah membaiknya kondisi pasar otomotif Indonesia secara keseluruhan.
“Jadi secara umum, kami harapkan memang market di Indonesia itu bisa lebih baik lah dari tahun lalu. Itu sebenarnya harapan kami yang paling utama,” ujar Henry.
Ia menambahkan, kehadiran stimulus dari pemerintah dinilai bisa menjadi salah satu faktor pendorong utama agar pasar kembali tumbuh.
Baca Juga: Toyota Tutup 2025 Sebagai Market Leader dan Penjualan Tertinggi di Asia Tenggara
“Jadi kami harapkan kalau ada stimulus, sebenarnya bisa lebih bagus market kita dan bisa lebih baik di tahun selanjutnya,” paparnya.
Toyota sendiri di tahun lalu berhasil membukukan penjualan ritel sebanyak 258.900 unit, dengan pangsa pasar (marketshare) sekitar 31 persen.
Angka tersebut sedikit turun jika dibandingkan pencapaian di 2024 yang berada di angka 293.788 unit (marketshare 33 persen).