GridOto.com - Jalan Raya Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat ibarat rintangan.
Punya jadwal padat dan mendesak namun harus lewat Jalan Raya Latumeten, artinya bubar semua urusan.
Lantaran jalur tersebut sudah dianggap menjadi 'Jalur Neraka' bagi pengendara.
Kemacetan di sana bisa terjadi berjam-jam, imbas proyek pengerjaan flyover baru di kawasan tersebut.
Pantauan di lokasi, Jumat (6/2/2026), kemacetan parah yang terjadi di kawasan itu membuat kendaraan nyaris tak bergerak.
Penyempitan jalan akibat proyek flyover, penutupan pelintasan rel kereta api, hingga insiden truk mogok melumpuhkan arus lalu lintas dari arah Jembatan Besi menuju Slipi.
Kondisi ini menyebabkan para pengguna jalan frustasi lantaran terjebak macet selama berjam-jam.
Baca Juga: Mari Sadar Diri, Ternyata Ada Tiga Sebab Jalan di Indonesia Terasa Semrawut
Salah satu korban kemacetan ini adalah sopir angkot bernama Tugi (46).
Tugi harus menghabiskan waktu selama 2 jam untuk menempuh jarak sejauh 1 kilometer.
"Enggak tahu, kayaknya satu jam lebih, hampir dua jam jalan dari Jembatan Dua, Seasons City situ," ucap Tugi, (6/2/26) mengutip Kompas.com.
Menurut Tugi, kemacetan di Latumeten kini menjadi makanan sehari-hari sopir angkot seperti dirinya.
Ia pun mengaku kelelahan karena mobilnya tertahan sangat lama hanya untuk menempuh jarak pendek.
"Capeklah, capek banget gini (macet) terus. Ini saja sudah 30 menit enggak gerak sama sekali," keluhnya.
Hal serupa dialami Fathur (36), pengemudi truk kontainer logistik yang mengantar barang dari kawasan Mangga Dua dan turut terjebak macet.
Baca Juga: Hindari Ngegas di Persimpangan Tanpa Lampu Merah, Terapkan Empat Hal Ini
"Saya sudah dua jam dari depan Seasons City tadi, Mas. Benar-benar enggak gerak. Macet banget karena ada pembangunan ini," ujar Fathur.
Fathur yang biasanya mengantar barang dengan tujuan Jawa Tengah kaget dengan kondisi lalu lintas di jalanan yang baru pertama kali dilintasinya.
"Biasanya saya jarang lewat sini, jadi enggak tahu kalau daerah sini parah begini. Capek, lapar juga ini," ucapnya.
Bahkan, pengendara motor seperti Febrian (28) pun tak berkutik di dalam kemacetan Latumeten.
Sempitnya celah jalan membuat roda dua sulit bermanuver di antara himpitan truk dan kendaraan besar.
"Gimana ini motor saja enggak bisa lewat, apalagi mobil kan? Kacau dah," ujar dia.
Penyebab utama parahnya kemacetan ini adalah proyek pembangunan flyover Latumeten yang memakan sebagian besar badan jalan.
Baca Juga: Bak Wilayah Tanpa Aturan, Lampu Merah di Jalur Tengkorak Cilincing Tak Ada Harga Dirinya
Pantauan di lokasi menunjukkan pagar pembatas proyek terpasang memanjang di sisi kanan jalan, menyisakan hanya satu lajur untuk dilintasi kendaraan secara bergantian.
Di balik pagar, terdapat alat berat seperti mesin bor dan crane yang menjulang tinggi.
Situasi diperburuk dengan penutupan pelintasan sebidang rel kereta api di dekat Stasiun Grogol yang terjadi secara berkala saat Commuter Line melintas.
Sadam (25), warga setempat, menyebut kemacetan sudah terjadi sejak awal tahun saat proyek dimulai, namun belakangan ini makin tak terkendali.
"Ini dari awal tahun pas udah mulai proyek macet banget. Tapi belakangan ini makin parah, pas ada crane ini jadi makan jalan kan," kata Sadam.
Ia menyayangkan kurangnya antisipasi pemerintah dalam manajemen lalu lintas sebelum proyek berjalan.
"Harusnya dari awal dipikirinlah. Dari dulu juga ini tempatnya macet, kalau mau bikin flyover harusnya dibikin apa gitu, dialihin jalannya, jangan lewat sini semua, terutama yang gede-gede," tuturnya.
Baca Juga: Urai Kemacetan, Pemprov Jakarta Uji Coba Gratiskan Tol TB Simatupang
Kekacauan lalu lintas ini memicu desakan warga agar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun tangan.
Warga membandingkan lambannya penanganan kemacetan di Latumeten dengan respons cepat pemerintah saat menangani macet di Jalan TB Simatupang.
"Kemarin kalau macetnya di TB Simatupang, di pusat, Jaksel, cepat banget, Gubernur sampai ngebuka tol. Sekarang mana? Enggak kelihatan," ucap Sadam dengan nada kesal.
Ia pun berharap pemerintah tidak pilih-pilih dalam menangani kemacetan dan segera melakukan rekayasa lalu lintas yang efektif di kawasan Grogol.
"Kalau memang peduli sama masalah macet, coba diurusin lah biar enggak pada tua di jalan ini yang lewat sini," tutur Sadam.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR