"Biasanya saya jarang lewat sini, jadi enggak tahu kalau daerah sini parah begini. Capek, lapar juga ini," ucapnya.
Bahkan, pengendara motor seperti Febrian (28) pun tak berkutik di dalam kemacetan Latumeten.
Sempitnya celah jalan membuat roda dua sulit bermanuver di antara himpitan truk dan kendaraan besar.
"Gimana ini motor saja enggak bisa lewat, apalagi mobil kan? Kacau dah," ujar dia.
Penyebab utama parahnya kemacetan ini adalah proyek pembangunan flyover Latumeten yang memakan sebagian besar badan jalan.
Baca Juga: Bak Wilayah Tanpa Aturan, Lampu Merah di Jalur Tengkorak Cilincing Tak Ada Harga Dirinya
Pantauan di lokasi menunjukkan pagar pembatas proyek terpasang memanjang di sisi kanan jalan, menyisakan hanya satu lajur untuk dilintasi kendaraan secara bergantian.
Di balik pagar, terdapat alat berat seperti mesin bor dan crane yang menjulang tinggi.
Situasi diperburuk dengan penutupan pelintasan sebidang rel kereta api di dekat Stasiun Grogol yang terjadi secara berkala saat Commuter Line melintas.
Sadam (25), warga setempat, menyebut kemacetan sudah terjadi sejak awal tahun saat proyek dimulai, namun belakangan ini makin tak terkendali.
"Ini dari awal tahun pas udah mulai proyek macet banget. Tapi belakangan ini makin parah, pas ada crane ini jadi makan jalan kan," kata Sadam.
Ia menyayangkan kurangnya antisipasi pemerintah dalam manajemen lalu lintas sebelum proyek berjalan.
"Harusnya dari awal dipikirinlah. Dari dulu juga ini tempatnya macet, kalau mau bikin flyover harusnya dibikin apa gitu, dialihin jalannya, jangan lewat sini semua, terutama yang gede-gede," tuturnya.
Baca Juga: Urai Kemacetan, Pemprov Jakarta Uji Coba Gratiskan Tol TB Simatupang
Kekacauan lalu lintas ini memicu desakan warga agar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun tangan.
Warga membandingkan lambannya penanganan kemacetan di Latumeten dengan respons cepat pemerintah saat menangani macet di Jalan TB Simatupang.
"Kemarin kalau macetnya di TB Simatupang, di pusat, Jaksel, cepat banget, Gubernur sampai ngebuka tol. Sekarang mana? Enggak kelihatan," ucap Sadam dengan nada kesal.
Ia pun berharap pemerintah tidak pilih-pilih dalam menangani kemacetan dan segera melakukan rekayasa lalu lintas yang efektif di kawasan Grogol.
"Kalau memang peduli sama masalah macet, coba diurusin lah biar enggak pada tua di jalan ini yang lewat sini," tutur Sadam.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR