"Malah Pak Ogah yang mengatur jalan. Ini lah yang seringkali terjadi kemacetan dan kadang kecelakaan," sambung dia.
Pengendara lainnya, Arafiq (46), juga mengungkapkan hal serupa.
Ia menilai, saling menyerobot di perempatan Cilincing sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan pengendara setiap hari.
"Dari dulu memang lalu lintasnya begini, saling serobot lampu merahnya juga enggak berpengaruh," tutur Arafiq saat ditemui di lokasi, (19/1/26) menukil Kompas.com.
Arafiq mengakui menjadi salah satu pengendara yang kerap menerobos lampu merah di perempatan tersebut.
Baca Juga: RX-King Dibawa Bocil Pasrah di Kolong Avanza, Petaka Putar Balik di Jalur Tengkorak
Awalnya, Arafiq mengaku takut mengalami kecelakaan jika nekat melanggar aturan lalu lintas.
Namun, karena pelanggaran itu dilakukan banyak pengendara lain, ia merasa terpaksa mengikuti arus pelanggaran tersebut.
"Ya, sudah biasa sih jadi enggak takut. Saya jadi salah satu orang yang menyerobot, karena pas mau sabar orang di belakang udah enggak sabar diklaksonin," ucap dia.
Pengendara lain bernama Syam (42) juga mengaku kerap menerobos lampu lalu lintas karena tekanan dari kendaraan di belakangnya yang tak sabar.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR