Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Jangan Main HP, Tips Aman Naik Ojol Biar Ladies Selamat Sampai Tujuan

Mohammad Nurul Hidayah - Senin, 12 Januari 2026 | 15:15 WIB
Posisi duduk ketika dibonceng sangat berpengaruh dengan gerak motor saat bermanuver
Posisi duduk ketika dibonceng sangat berpengaruh dengan gerak motor saat bermanuver

GridOto.com - Bukan cuma pengendara, menjadi boncengan di motor juga ada etikanya.

Ini penting diketahui agar berkendara jadi lebih nyaman dan selamat sampai tujuan.

Agus Sani selaku Head Of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, main dealer motor Honda untuk wilayah Jakarta-Tangerang kasih penjelasan.

Menurutnya, etika menjadi boncengan itu penting untuk keselamatan, termasuk saat naik ojek online.

Dalam ilmu safety riding, posisi boncengan dengan pengendara harus rapat agar motor tetap seimbang.

Baca Juga: Trik Biar Ladies Disenangi Gebetan Saat Motoran, Jadi Boncengan Harus Begini

"Pertama duduk menghadap ke depan searah dengan pengendara. Kedua tangan berpegangan pada pengendara dan tubuh mengikuti gerak tubuh pengendara saat melakukan manuver. Lalu kaki wajib berada di footstep, jangan menggantung," yakin Agus.

Namun saat naik ojek online, banyak ladies merasa risih jika harus duduk terlalu dekat dan berpegangan langsung dengan pengendara.

Idealnya posisi boncengan harus rapat dan berpegangan dengan pengendara
Idealnya posisi boncengan harus rapat dan berpegangan dengan pengendara

Tidak perlu khawatir, Agus kasih triknya biar pengendara tetap bisa mengontrol motor dengan baik meski posisi duduk tidak terlalu dekat.

"Menjaga jarak itu boleh, tapi tetap harus aman atau jaga jarak sewajarnya saja. Jika membawa tas bisa ditempatkan di tengah sebagai pembatas dengan pengemudi," saran Agus.

Meski begitu, Agus juga mewanti agar posisi duduk tetap tidak terlalu jauh ke belakang, tetap berada di tengah jok.

Baca Juga: Cocok Buat Mobil Perempuan, Ini Pilihan Dashcam 70Mai Enggak Sampai Sejuta

"Untuk pegangan, jika risih untuk memegang pengendara secara langsung, bisa pegangan dengan bagian jaketnya saja," tuturnya.

Soal pegangan Agus juga mewanti para perempuan untuk tidak menjadikan besi behel di belakang sebagai tumpuan untuk berpegangan.

Sebab, saat boncengan berpegangan dengan besi behel di belakang, motor menjadi kurang seimbang.

Efeknya manuver motor akan terasa lebih kaku yang bisa memunculkan potensi bahaya selama berkendara.

Selain itu, Agus juga berpesan agar pembonceng tidak berfokus dengan smartphone selama di jalan.

"Tetap fokus dan seimbang mengikuti gerak tubuh pengendara saat manuver, kemudian ikut menjaga kondisi sekitar, kalau ada bahaya ingatkan pengendara," tutupnya.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa