"Menjaga jarak itu boleh, tapi tetap harus aman atau jaga jarak sewajarnya saja. Jika membawa tas bisa ditempatkan di tengah sebagai pembatas dengan pengemudi," saran Agus.
Meski begitu, Agus juga mewanti agar posisi duduk tetap tidak terlalu jauh ke belakang, tetap berada di tengah jok.
Baca Juga: Cocok Buat Mobil Perempuan, Ini Pilihan Dashcam 70Mai Enggak Sampai Sejuta
"Untuk pegangan, jika risih untuk memegang pengendara secara langsung, bisa pegangan dengan bagian jaketnya saja," tuturnya.
Soal pegangan Agus juga mewanti para perempuan untuk tidak menjadikan besi behel di belakang sebagai tumpuan untuk berpegangan.
Sebab, saat boncengan berpegangan dengan besi behel di belakang, motor menjadi kurang seimbang.
Efeknya manuver motor akan terasa lebih kaku yang bisa memunculkan potensi bahaya selama berkendara.
Selain itu, Agus juga berpesan agar pembonceng tidak berfokus dengan smartphone selama di jalan.
"Tetap fokus dan seimbang mengikuti gerak tubuh pengendara saat manuver, kemudian ikut menjaga kondisi sekitar, kalau ada bahaya ingatkan pengendara," tutupnya.
| Editor | : | Mohammad Nurul Hidayah |
KOMENTAR