Ditjen Perhubungan Darat Temukan Fakta Baru Terkait Laka Maut di Balikpapan

M. Adam Samudra - Senin, 24 Januari 2022 | 09:37 WIB
Ditjen Hubdat cek truk kontainer yang alami kecelakaan maut di Balikpapan
Kemenhub
Ditjen Hubdat cek truk kontainer yang alami kecelakaan maut di Balikpapan

GridOto.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi menuturkan perlu adanya langkah mitigasi atas kejadian kecelakaan truk kontainer di Balikpapan pada Jumat (21/1/2022).

"Yang penting adalah mitigasi untuk penanganan selanjutnya seperti apa. Akan diadakan rapat koordinasi dengan Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR terkait dengan perubahan rekayasa yang akan dilakukan baik jangka pendek ataupun jangka panjang," kata Budi melalui keterangannya, Senin (24/1/2022).

"Jangka pendek yaitu dengan pembangunan jalur evakuasi sementara di sebelah kiri jalan dan jangka panjang yaitu usulan pembangunan fly over dari APBD Provinsi," sambungnya.

Budi mengatakan bahwa akan diadakan pembatasan operasional kendaraan barang yang akan dilakukan pada pukul 10 malam hingga 5 pagi yang mengacu pada peraturan Walikota Balikpapan.

"Kondisi jalan dengan elevasi kurang lebih 10% memang kurang baik untuk turunan panjang, kondisi ini sama seperti di Kretek, Wonosobo dan Bumiayu. Maka, perlu dilakukan langkah mitigasi perbaikan seperti pembatasan operasional kendaraan angkutan barang," jelas Budi.

Ia juga mengungkapkan, ada hasil temuan sementara pada kendaraan truk kontainer yakni adanya perpanjangan ROH (Rear Over Hang) dan perubahan konfigurasi pada sumbu ban sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi asli kendaraan.

"Dari hasil temuan sementara, adanya tambahan ROH dan perubahan konfigurasi sumbu ban dari 1-1 menjadi 1-2-2 pada truk tersebut. Tapi sampai saat ini kami masih berkoordinasi dengan KNKT dan pihak kepolisian karena penyebab pastinya masih dalam tahap investigasi," ungkap Budi.

Dengan adanya kejadian ini, Budi berharap kerja sama dari para pengusaha truk untuk mengutamakan aspek keselamatan dan menghindari muatan.

"Kejadian ini tentu berkaitan dengan ODOL (Over Dimension Over Loading), maka itu rencana ke depan mobil yang bermuatan berat akan dialihkan atau dilakukan transfer muatan untuk dibawa ke pelabuhan dengan kendaraan yang lebih kecil," kata Budi.

Baca Juga: Buntut Kecelakaan Maut di Balikpapan, Kemenhub Evaluasi Jam Operasi Truk

Tak hanya itu, Dirjen Budi juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pelatihan bagi para pengemudi truk.

"Penanganan yang dilakukan merupakan suatu bentuk penanganan yang komprehensif untuk mengutamakan keselamatan namun juga tetap menjaga perekonomian," pungkasnya.


Editor : Eka Budhiansyah

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa