Wuih! Alat Ini Bisa Mengukur Beban Truk Odol, Bagimana Cara Kerjanya?

M. Adam Samudra - Selasa, 25 Februari 2020 | 09:05 WIB
Alat pengukur Jembatan timbang atau yang biasa disebut  Weight In Motion (WIM).
Adam Samudra
Alat pengukur Jembatan timbang atau yang biasa disebut Weight In Motion (WIM).

GridOto.com - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bakal menindak tegas truk yang melebihi kapasitas atau Over Dimension dan Overload (ODOL) di ruas jalan tol.

Hal ini terlihat dengan diberlakukannya kampanye Selamat Sampai Tujuan (SETUJU).

Agita Widjajanto, anggota BPTJ berharap, mulai tahun ini kendaraan ODOL tidak lagi terlihat di jalan tol.

Sebab, bagi truk yang masih saja melanggar akan langsung dikeluarkan dari jalan itu.

(Baca Juga: Gerbang Tol Kota Baru akan Ditambah Pintu, Kendaraan ODOL Siap-siap Putar Balik)

"Nanti pakai Speed Gun kami lihat dia lalu dipinggirkan kemudian akan ditimbang dengan Weight In Motion (WIM). Kemudian diperiksa juga kartu mereka," kata Agita di Cirebon, Jawa Barat, Senin (24/2/2020).

Pemeriksaan terhadap truk yang diduga  odol saat melakukan timbang berat dengan alat WIM
Adam Samudra
Pemeriksaan terhadap truk yang diduga odol saat melakukan timbang berat dengan alat WIM

Untuk menjalankannya, akan ada beberapa instrumen yang akan diterapkan, satu di antaranya adalah jembatan timbang Weight In Motion (WIM).

Alat ini mampu mendeteksi batas berat atau muatan suatu kendaraan dengan cara dilewati secara manual, mirip seperti timbangan.

Jika ternyata beratnya lewat dari batas atau dinyatakan overload, truk bakal dialihkan untuk menurunkan bebannya atau langsung keluar tol melalui pintu yang disediakan.

(Baca Juga: Waduh! Ini Bahayanya Truk ODOL, Dari Perbesar Blind Spot Sampai Rem Blong)

"Mereka bisa mengangkut sampai berapa ton. Nah, dari situ kita bandingkan, kalau mereka kelebihan kita suruh maju ke depan pintu tol, biar teman-teman dari pihak Kepolisian yang menilang. Masing-masing tipe kendaraan itu dibekali beratnya berapa. Nah itu yang akan kita bandingkan, tergantung dengan sumbunya kendaraanya," tegasnya.

Petugas Dinas Perhubungan saat mengukur lebar truk
Adam Samudra
Petugas Dinas Perhubungan saat mengukur lebar truk

Sebelumnya, aksi kampanye Setuju mengangkat 5 poin utama yaitu setuju bahwa keselamatan adalah nomor satu, setuju untuk turunkan fatalitas kecelakaan di jalan tol, setuju tertib kecepatan di jalan tol, setuju berkendara di jalan tol dan Setuju untuk tertib Over Dimensi Menuju Zero Overload di Jalan Tol.

"Diharapkan dengan tertibnya pengguna jalan tol atas 5 poin ini angka kecelakaan dan fatalitas dapat ditekan lagi serta kerusakan jalan akibat over load juga dapat ditekan, dan presentase kecelakaan akibat kerusakan jalan juga berkurang," tutupnya.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Hendra

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa